Karawang (ANTARA) - Pemudik yang menggunakan sepeda motor "menyemut" dan memadati arus lalu lintas di sepanjang jalan arteri hingga jalur Pantura Kabupaten Karawang, Jabar pada H-3 Lebaran atau Rabu sore hingga tengah malam.
Sesuai dengan pantauan di lapangan, kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri Karawang yang didominasi pemudik bermotor itu sudah terlihat sejak Rabu sore, saat memasuki wilayah Tanjungpura, tepatnya di titik perbatasan Bekasi-Karawang.
Iringan-iringan pemudik bermotor di ruas jalan arteri menuju jalur Pantura Karawang pada Rabu sore hingga tengah malam tak terputus layaknya barisan semut yang berjalan di dinding.
Para pemudik mengaku sengaja berangkat malam hari untuk menghindari terik matahari dan potensi kemacetan yang lebih padat pada siang hari.
"Kalau malam, meskipun macet tidak terlalu panas," kata Ayub, pemudik asal Bekasi yang akan menuju Indramayu.
Ia mengaku berangkat musik sejak sore hari bersama lima orang temannya yang juga menggunakan sepeda motor.
"Ya alhamdulillah, (mudiknya) setiap tahun selalu pakai motor. Lebih hemat dan santai," katanya.
Saat ditemui sedang istirahat di wilayah Cikampek, Ayub mengaku beberapa kali terjebak macet, seperti di wilayah Cikarang, titik perbatasan Bekasi-Karawang, serta di beberapa titik di Karawang," katanya.
Karno, pemudik bermotor lainnya mengeluhkan kondisi jalur mudik di wilayah Karawang yang cukup gelap akibat padamnya lampu penerangan jalan umum.
"Ya berbahaya saja, harus waspada, apalagi kalau kendaraan kita lampunya tidak cukup terang," kata dia.
Sesuai dengan pantauan, kondisi lampu PJU yang padam banyak ditemukan di sepanjang jalan Lingkar Bypass Tanjungpura Karawang, tepatnya dari wilayah Tanjungpura hingga Bunderan Disnakertrans Karawang.