Kota Bandung (ANTARA) - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan bantuan dua unit panel tenaga surya bagi rumah warga prasejahtera yang telah hidup tanpa aliran listrik selama 15 tahun di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat melalui program Listrik Mandiri Rakyat (Limar).


Rektor UPI Didi Sukyadi mengatakan program Limar merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses energi bagi keluarga prasejahtera yang belum memiliki penerangan listrik memadai.


“Panel surya ini harus dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Mudah-mudahan dengan adanya penerangan ini warga bisa beraktivitas pada malam hari sehingga menjadi lebih produktif,” kata Didi saat berkunjung ke rumah penerima manfaat program Limar di Bandung Barat, Senin.


Dalam kunjungan tersebut, Rektor UPI juga menyaksikan langsung pemasangan dua panel surya baru di rumah warga yang sebelumnya belum memiliki akses listrik.







Menurutnya, berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian rumah warga dinilai masih dalam kondisi tidak layak huni.


Oleh karena itu, UPI telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan dukungan renovasi rumah bagi warga yang membutuhkan.


“UPI langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan anggaran renovasi agar warga dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” ujar Didi.


Selain bantuan energi dan rencana renovasi rumah, UPI juga akan membantu penyediaan pengeras suara masjid setelah diketahui suara azan belum terdengar dengan jelas di sebagian wilayah desa.


“Melalui program Limar, UPI berharap dapat terus menghadirkan solusi energi ramah lingkungan bagi masyarakat desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga prasejahtera di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar,” katanya.






Salah seorang penerima manfaat program panel surya, Fatima, mengaku bantuan tersebut membawa perubahan besar bagi keluarganya.



Ia menyebut selama lebih dari 15 tahun tinggal di Desa Mekarsari, keluarganya hidup tanpa akses listrik dan hanya mengandalkan lampu damar atau lilin untuk penerangan.


“Alhamdulillah sekarang ada penerangan. Anak-anak bisa belajar pada malam hari,” katanya.