TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi, suasana di berbagai daerah mulai terasa lebih semarak. 

Banyak orang mempersiapkan kebutuhan Lebaran, mulai dari mudik, hidangan khas, hingga berkumpul bersama keluarga.

Namun bagi Charens Londah, gadis asal Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, momen Lebaran juga memiliki makna tersendiri meski dirinya seorang Kristiani.

Menurut Charens, Idulfitri bukan hanya perayaan bagi umat Muslim, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.

Kepada Tribunmanado.com, Minggu (15/3/2026), ia mengatakan bahwa suasana Lebaran sering kali menghadirkan rasa hangat karena banyak orang saling berbagi dan mempererat hubungan dengan sesama.

“Walaupun saya Kristen, saya melihat Lebaran sebagai momen untuk saling menghargai dan menjaga hubungan baik dengan teman-teman maupun orang-orang yang merayakan,” ujarnya.

Charens mengaku sejak kecil sudah terbiasa hidup di lingkungan yang beragam. 

Karena itu, ia selalu berusaha menghargai setiap perayaan keagamaan yang ada.

Menurutnya, nilai yang paling terasa saat Lebaran adalah semangat saling memaafkan dan kepedulian terhadap orang lain.

“Lebaran selalu identik dengan saling memaafkan. Itu nilai yang sangat baik dan bisa dipraktikkan oleh siapa saja,” katanya.

Ia juga menilai momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sosial, baik dengan keluarga, sahabat, maupun tetangga.

“Walaupun berbeda keyakinan, kita tetap bisa merasakan kebahagiaan suasana Lebaran dengan cara saling menghormati dan menjaga kebersamaan,” tambahnya. (pet)

Biodata Singkat

Nama: Charens Londah

Tempat, Tanggal Lahir: Langowan, 20 Juli 2005

Hobi: Membaca

Media Sosial: Instagram – @Londahcheyen.

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK 

 

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.