Jakarta (ANTARA) - PAM Jaya terus mengejar target pipanisasi di seluruh wilayah di DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan layanan kepada warga Jakarta dalam mengakses air bersih.


“Saat ini pipanisasi yang dilakukan PAM Jaya sudah mencapai 81,45 persen dan kurang dari sekitar 18 persen lagi,” kata Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul Hasan di Jakarta, Minggu.


Ia mengatakan untuk mencapai 100 persen PAM Jaya butuh kerja-kerja yang luar biasa.


“Kami atas nama PAM Jaya ia meminta maaf kepada masyarakat jika ada konsekuensi selama pengerjaan pipanisasi yang tidak membuat nyaman pengguna jalan, seperti kemacetan,” kata dia.


Pihaknya tengah mencari metode agar konsekuensi yang berdampak pada kemacetan jalan tersebut dapat dihindari.







Ia mengatakan, tak ingin laju penurunan tanah di Jakarta terlalu cepat, stunting meningkat dan masyarakat di pesisir membeli air bersih di gerobak.


Menurut dia, nilai (value) dari kota global, masyarakat dapat mengakses air bersih dari pipa. "Hal ini untuk kepentingan bersama warga Jakarta," kata dia.


Ia juga mengungkapkan kekurangan sekitar 18 persen lagi pipanisasi berasal di beberapa wilayah Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Selatan (Jaksel).


Di kedua wilayah itu, pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga dapat beralih menjadi pelanggan PAM Jaya.







Bahkan untuk meningkatkan layanan, lanjutnya PAM Jaya memiliki banyak program, seperti menggratiskan pemasangan jaringan baru kepada pelanggan dari kalangan masyarakat bawah, pusat panggilan (call center) yang bisa diakses 24 jam, layanan jemput bola dan sebagainya.


Sementara aktivis Jakarta, Rudi Darmawanto menyatakan optimistis PAM Jaya dapat segera memenuhi target tersebut.


Menurut dia, yang terpenting layanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan karena sebagus apapun programnya kalau layanannya kurang ini akan menjadi kendala.


Namun ia menilai layanan yang dilakukan oleh PAM Jaya sudah terlihat bagus. "Kami optimistis target pipanisasi bakal segera tercapai,” kata dia.