TRIBUNNEWS.COM, SUBANG - Mudik sudah menjadi rutinitas tahunan bagi Wiji (45), pria asal Cibubur, jakarta Timur yang bekerja sebagai teknisi servis AC.
Setiap tahun, ia selalu menyempatkan diri pulang ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.
Tahun ini, Wiji memilih berangkat lebih awal bersama istri dan anaknya.
Bukan tanpa alasan, ia belajar dari pengalaman mudik tahun sebelumnya yang sempat membuatnya terjebak kemacetan di sekitar rumahnya sendiri.
Sambil berbuka puasa lesehan di Rest Area KM 102 Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) wilayah Kabupaten Subang, Sabtu (14/3/2026), Wiji membuka cerita.
Baca juga: Mudik Malam Hari, Pemudik Pejalan Kaki Mulai Berdatangan ke Pelabuhan Merak Banten
Mudik tahun ini sengaja disesuaikan dengan jadwal libur sekolah anaknya.
“Karena ngepasin ini aja sih, anak sekolah libur jadi kita untuk mengantisipasi biar nggak macet aja sih. Memang setiap tahunnya juga sebelum ramai pada mudik kita udah mudik duluan,” ujarnya usai iftar.
Dari rumahnya di kawasan Cibubur, Wiji memulai perjalanan sekitar pukul 15.30 WIB.
Waktu keberangkatan itu sudah ia perhitungkan dengan matang agar perjalanan lebih lancar.
Baca juga: Mudik Gratis PSI 2026, Kaesang Berangkatkan 11.800 Pemudik Naik 200 Bus
Pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran berharga baginya.
Saat itu ia baru keluar rumah sekitar pukul 16.30 WIB.
Bukannya langsung melaju ke tol, mobilnya justru terjebak kemacetan di jalan sekitar rumah.
“Jam 18.00 (magrib) itu masih stuck di Cibubur. Makanya sekarang kita start lebih awal jam 15.30,” kata Wiji.
Menurutnya, kemacetan tersebut terjadi karena waktunya bertepatan dengan aktivitas warga yang keluar rumah menjelang berbuka puasa.
“Ya takutnya kalau kita keluar barengin orang-orang ngabuburit, pasti macet. Tahun lalu itu kira-kira jarak dua kilo dari rumah itu stuck, diem aja sampai magrib masih di area Cibubur,” tuturnya.
Meski perjalanan mudik sering identik dengan kemacetan, Wiji merasa perjalanan tahun ini jauh lebih nyaman.
Ia bahkan memuji kondisi jalan Tol Trans Jawa yang dinilainya semakin baik.
“Mantap, ini jalannya udah mantap ya. Khususnya untuk di tolnya. Biasanya kan ada banyak lubang ya. Tapi untuk saat ini kayaknya lebih bagus,” katanya.
Bagi Wiji, perjalanan mudik bukan sekadar perjalanan jauh di jalan tol.
Ini adalah momen pulang ke kampung halaman, bertemu keluarga, dan membawa cerita perjalanan yang selalu berbeda setiap tahunnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.