TRIBUNNEWS.COM - Hasil negatif kembali didapat Inter Milan saat melakoni laga lanjutan giornata ke-29 Liga Italia, Sabtu (14/3/2026) malam WIB.

Inter Milan yang bertindak sebagai tuan rumah gagal mengalahkan Atalanta yang menjadi lawannya pekan ini.

Bermain di Giuseppe Meazza, Inter Milan awalnya mampu mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-26.

Ialah Pio Esposito yang mencatatkan namanya di papan skor, sekaligus membawa Inter Milan unggul atas Atalanta.

Pemain berusia 20 tahun asal Italia itu mengonversikan umpan Nicolo Barrela untuk menjebol jala gawang tim tamu.

Setelah unggul satu gol, Inter Milan terus melancarkan berbagai serangan untuk menambah keunggulannya.

Berbagai peluang emas pun diciptakan Di Marco, Marcus Thuram, hingga Denzel Dumfries.

Sayangnya, tidak ada satupun peluang yang bisa dikonversikan menjadi gol kedua Inter Milan.

SELEBRASI - Penyerang Inter Milan Francesco Pio Esposito merayakan gol yang ia cetak ke gawang Atalanta dalam pertandingan Liga Italia pekan ke-29 musim 2025/2026, Sabtu (14/3/2026).
SELEBRASI - Penyerang Inter Milan Francesco Pio Esposito merayakan gol yang ia cetak ke gawang Atalanta dalam pertandingan Liga Italia pekan ke-29 musim 2025/2026, Sabtu (14/3/2026). (Website Inter Milan)

Kegagalan pemain Inter Milan memanfaatkan berbagai peluang tersebut akhirnya harus dibayar mahal di menit kritis.

Gawang Inter Milan kebobolan pada menit ke-82, gegara sepakan Nikola Kristovic, memanfaatkan bola rebound di kotak penalti.

Gol balasan dari Nikola Krstovic itulah yang akhirnya menjadi biang kerok kegagalan Inter Milan mengalahkan Atalanta dalam laga ini.

Skor akhir 1-1 yang mewarnai hasil laga kedua tim pun membuat Inter Milan dan Atalanta berbagi satu poin.

Bagi Inter Milan, hasil imbang melawan Atalanta ini jelasa terasa seperti sebuah kekalahan.

Disisi lain, kegagalan Inter Milan memenangkan laga ini juga mempertegas tren inkonsistensi tim yang diperkuat Lautaro Martinez tersebut.

Kini, Inter Milan hanya bisa menang sekali dalam lima laga terakhirnya di semua kompetisi.

Bahkan, tiga laga pamungkas yang dilakoni Inter Milan berujung dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Akibat dari performa tidak inkonsisten yang mulai ditunjukkan Inter Milan, jelas patut dikhawatirkan oleh penggemar Nerazzurri.

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Inter Milan
29
22
2
5
65
23
42
68
2
35
AC Milan
28
17
9
2
44
20
24
60
3
35
Napoli
28
17
5
6
43
29
14
56
4
35
Como
28
14
9
5
46
21
25
51
5
35
Roma
28
16
3
9
38
21
17
51
6
35
Juventus
28
14
8
6
50
28
22
50
7
35
Atalanta
29
12
11
6
40
27
13
47
8
35
Bologna
28
11
6
11
37
34
3
39
9
35
Sassuolo
28
11
5
12
35
38
-3
38
10
35
Lazio
28
9
10
9
28
28
0
37
11
35
Udinese
28
10
6
12
33
41
-8
36
12
35
Parma
29
8
10
11
21
36
-15
34
13
35
Torino
29
9
6
14
32
50
-18
33
14
35
Genoa
28
7
9
12
34
40
-6
30
15
35
Cagliari
28
7
9
12
30
38
-8
30
16
35
Lecce
28
7
6
15
20
37
-17
27
17
35
Fiorentina
28
5
10
13
30
42
-12
25
18
35
Cremonese
28
5
9
14
22
40
-18
24
19
35
Verona
28
3
9
16
22
49
-27
18
20
35
Pisa
28
1
12
15
20
48
-28
15
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

Harapan Inter Milan yang awalnya digadang-gadang bakal mulus melaju di jalur terdepan perburuan gelar juara scudetto kian berubah was-was.

Bagaimana tidak, Inter Milan yang awalnya berkesempatan memperlebar jarak poin dengan AC Milan menjadi 13 poin, kini hanya terpaut delapan angka saja.

Selisih poin tersebut berpotensi bisa menyempit, terutama jika AC Milan mampu mengalahkan Lazio pada laga giornata ke-29.

Melihat tren inkonsistensi yang diperlihatkan Inter Milan, maka benar saja apa yang pernah dikatakan Fabio Capello.

Eks pelatih AC Milan, Real Madrid hingga Timnas Inggris itu pernah berujar bahwa kekalahan yang diderita Inter Milan pada laga sebelumnya melawan AC Milan di Derbi Milan, berpotensi mengguncang psikis tim Nerazzurri.

Peringatan tersebut disampaikan Capello tak berselang lama setelah Inter Milan kalah di laga Derbi Milan, beberapa hari yang lalu.

"Derbi atau dua kekalahan di derbi musim ini melawan rival sekota jelas menjadi ancaman nyata Inter dalam persaingan menuju scudetto," tulis Capello di kolom komentar La Gazzeta Dello Sport.

Benar saja, tak berselang lama setelah kekalahan itu, Inter Milan gagal tampil klinis dan akhirnya gagal menang lagi dalam laga lanjutan Liga Italia.

Jika tidak segera berbenah memaksimalkan 9 laga sisa musim ini, harapan Inter Milan untuk merebut scudetto rawan diambil alih AC Milan pada akhir musim ini.

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.