TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 1.565 peserta dinyatakan lulus evaluasi teori calon Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ahli K3) Umum Batch 1.

Evaluasi tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia pada 11-12 Maret 2026.

Kegiatan ini digelar di 58 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari total 1.779 peserta yang mengikuti evaluasi teori, peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh Sertifikat Ahli K3 Umum.

Mereka juga akan menerima Surat Keputusan Penunjukan Ahli K3 Umum dari Menteri Ketenagakerjaan.

Keberadaan Ahli K3 dinilai penting untuk membantu perusahaan mengenali potensi bahaya di tempat kerja.

Ahli K3 juga berperan dalam mengendalikan risiko serta memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja berjalan dengan baik.

Karena itu, penyiapan tenaga Ahli K3 yang kompeten menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, Ismail Pakaya, mengatakan evaluasi teori merupakan bagian dari proses sertifikasi Ahli K3 Umum setelah peserta mengikuti pembinaan sejak 25 Februari 2026.

“Evaluasi teori ini merupakan bagian dari proses sertifikasi Ahli K3 Umum. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pemahaman calon Ahli K3 terhadap prinsip-prinsip K3, regulasi K3, analisis risiko, penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, serta materi K3 lainnya,” kata Ismail dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

Program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 1 mendapat sambutan tinggi dari masyarakat.

Tercatat 2.010 peserta mendaftar mengikuti program tersebut.

Rinciannya:

-1.779 peserta mengikuti evaluasi teori setelah melalui proses seleksi administrasi

-Ujian dasar K3

-Pembinaan selama 12 hari.

-1.565 peserta dinyatakan lulus evaluasi teori.

Pelaksanaan evaluasi teori melibatkan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), Balai K3, serta Dinas Ketenagakerjaan di berbagai daerah.

Sebelum ujian berlangsung, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai tata tertib, mekanisme penilaian, serta teknis pelaksanaan ujian.

Menurut Ismail, materi evaluasi dirancang untuk menguji pemahaman peserta terhadap berbagai aspek penting K3 yang akan diterapkan di tempat kerja.

“Evaluasi teori ini dirancang untuk menguji pemahaman peserta terhadap berbagai aspek penting K3, mulai dari identifikasi bahaya, pengendalian risiko, investigasi kecelakaan kerja, hingga pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan K3 yang berlaku,” ujarnya.

Sebelum mengikuti evaluasi, peserta juga telah mendapatkan pembinaan dengan materi:

-Regulasi K3

-Sistem manajemen K3

-Identifikasi dan penilaian risiko

-Kesehatan kerja

Investigasi kecelakaan kerja, hingga langkah-langkah pencegahannya.

Seluruh proses pembinaan tersebut tidak dipungut biaya.

Ismail berharap, peserta yang lulus dapat menjadi penggerak budaya keselamatan kerja di lingkungan masing-masing.

“Dengan terselenggaranya evaluasi teori ini, diharapkan para calon Ahli K3 mampu menunjukkan kompetensi yang memadai serta siap berkontribusi dalam meningkatkan budaya K3 di tempat kerja masing-masing,” ucapnya. (*)



Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.