Tribunlampung.co.id, Tulangbawang - Suasana sore di kebun karet di Kampung Bujuk Agung, biasanya hanya dipenuhi suara angin dan daun yang bergesekan. Namun pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, suasana sunyi itu berubah menjadi kepanikan.

Di antara pepohonan karet, seorang pria ditemukan tergeletak tak bernyawa.

Ia adalah Priyatna (31), warga Kampung Bujuk Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang, Lampung. Tubuhnya ditemukan dengan beberapa luka tusuk.

Yang membuat warga semakin terpukul, pelaku diduga bukan orang jauh.

Polisi menyebut pelaku pembunuhan adalah tetangga korban sendiri, Maryani (33).

Baca juga: Petani di Sampang Tewas Ditusuk Bambu Berpisau Saat Garap Sawah

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, Apfryyadi Pratama, motif pembunuhan diduga dipicu dendam pribadi.

“Tersangka membunuh korban yang tak lain tetangganya sendiri karena dendam pribadi,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Kematian Priyatna yang terjadi di perladangan karet itu sempat membuat warga sekitar gempar.

Polisi Bergerak Cepat

Setelah menerima laporan, polisi bersama tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tak lama setelah itu, penyelidikan mengarah kepada Maryani.

Ia kemudian ditangkap saat berada di rumah keluarganya.

Dalam pemeriksaan awal, Maryani disebut mengakui perbuatannya menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Barang Bukti dari Lokasi Kejadian

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dari kasus tersebut.

Di antaranya sepeda motor Yamaha Mio kuning milik tersangka, telepon genggam, pakaian yang dikenakan pelaku, serta barang milik korban seperti ponsel, topi hitam, dan pakaian.

Beberapa benda lain juga ditemukan di lokasi, termasuk kaleng minuman, plastik bekas minuman tuak, serta sebuah kaleng lem.

Semua barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, Maryani dijerat dengan pasal pembunuhan yang ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun penjara.

Bagi warga Kampung Bujuk Agung, peristiwa itu meninggalkan luka yang tidak kecil, sebuah tragedi yang bermula dari dendam, namun berakhir dengan kehilangan nyawa di kebun karet yang biasanya sunyi.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.