TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah acara pernikahan mendadak berubah menjadi momen menegangkan setelah pengantin wanita memutuskan membatalkan pernikahan di tengah acara.
Keputusan tersebut diambil setelah ia mendengar ucapan ibu mempelai pria saat memberikan sambutan di atas panggung.
Dikutip dari Sanook, Jumat (13/3/2026), insiden yang berlangsung di Provinsi Jiangsu, China itu terjadi saat prosesi pernikahan tengah berlangsung di hadapan keluarga dan para tamu undangan.
Tindakan pengantin wanita yang secara tiba-tiba mengakhiri pernikahan membuat seluruh tamu yang hadir terkejut.
Menurut laporan tersebut, insiden bermula ketika ibu mempelai pria naik ke atas panggung untuk menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada putranya yang baru saja menikah.
Dalam sambutannya, ia memuji berbagai kelebihan sang putra dan menyebut bahwa putranya merupakan sosok yang memiliki kemampuan luar biasa.
Dalam pidatonya, ibu mempelai pria juga menyinggung soal mahar pernikahan. Ia mengatakan bahwa putranya dapat menikahi pengantin wanita tanpa harus mengeluarkan mahar sedikit pun.
Bahkan, ia menyebut bahwa mahar yang terlihat dalam acara tersebut justru dipersiapkan oleh pihak keluarga pengantin wanita sendiri.
Ucapan tersebut rupanya memicu kekecewaan dari pihak pengantin wanita. Ia merasa pernyataan yang disampaikan ibu mempelai pria tidak hanya merendahkan dirinya, tetapi juga keluarganya.
Bagi pengantin wanita, pernyataan tersebut menunjukkan sikap yang tidak menghargai pengorbanan serta niat baik yang telah ia dan keluarganya berikan selama proses menuju pernikahan.
Sebelumnya, pengantin wanita memang tidak meminta mahar dari pihak mempelai pria. Keputusan tersebut diambil karena ia mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga mempelai pria.
Namun, pernyataan yang disampaikan oleh ibu mempelai pria dalam sambutan tersebut justru membuat keputusan itu seolah menjadi sesuatu yang dibanggakan oleh pihak keluarga pria.
Merasa harga diri dirinya dan keluarganya tidak dihargai, pengantin wanita akhirnya mengambil keputusan tegas. Di tengah acara yang masih berlangsung, ia mengumumkan pembatalan pernikahan tersebut di hadapan para tamu.
Tidak hanya itu, pengantin wanita juga melepas gaun pengantinnya di atas panggung sebelum kemudian berjalan turun meninggalkan lokasi acara.
Keputusan tersebut sontak membuat suasana pesta berubah tegang dan penuh keheningan karena para tamu tidak menyangka acara pernikahan akan berakhir dengan cara seperti itu.
Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan rasa malu bagi kedua keluarga, tetapi juga langsung menjadi perbincangan luas di media sosial.
Banyak warganet yang memberikan tanggapan terhadap peristiwa tersebut, khususnya terkait budaya pernikahan dan pandangan mengenai mahar.
Sebagian besar warganet menyatakan dukungan terhadap keputusan pengantin wanita.
Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk keberanian dalam mempertahankan harga diri serta hak pribadi.
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang mengecam ucapan ibu mempelai pria.
Warganet menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan dalam acara pernikahan, terlebih karena dapat menyinggung perasaan pihak pengantin wanita dan keluarganya.
Beberapa komentar di media sosial juga menyoroti sikap ibu mempelai pria yang dianggap kurang menghormati pengantin wanita, padahal ia sendiri juga seorang perempuan.
Banyak yang menilai seharusnya ia dapat menunjukkan empati dan menghargai keputusan pengantin wanita yang sebelumnya tidak menuntut mahar.
Peristiwa ini pun memicu diskusi yang lebih luas mengenai nilai penghargaan dalam hubungan pernikahan serta pentingnya menjaga sikap dan ucapan, terutama dalam momen penting yang melibatkan dua keluarga.
(cr31/tribun-medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.