Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah memperkirakan adanya lonjakan konsumsi energi selama Idulfitri 2026. Apalagi periode libur pada Idulfitri tahun ini lebih panjang.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT), Fanda Chrismianto mengatakan pihaknya memperkirakan ada dua kali puncak arus mudik, yaitu 14-15 Maret 2026 dan 18-20 Maret 2026.
Tingginya mobilitas masyarakat saat Idulfitri praktis membuat permintaan energi di wilayah Jawa Tengah dan DIY meningkat.
Untuk Pertalite diperkirakan meningkat 30 persen, Pertamax naik 29,7 peren, Pertamax Turbo naik 55 persen.
“Sehingga untuk keseluruhan gasoline itu naik 30 persen,” katanya melalui keterangan daring, Kamis (12/3/2026).
Dengan adanya pelarangan beroperasinya truk selama puncak arus mudik, praktis konsumsi solar akan menurun. Namun untuk konsumsi Dexlite dan Pertamina Dex kemungkinan tidak berubah karena mayoritas untuk kendaraan pribadi.
“Sehingga secara keseluruhan gasoil turun 10 persen,” sambungnya.
Konsumsi LPG 3 kg juga diperkirakan meningkat 9 persen dari harian normal 4.854 metrik ton menjadi 5.293 metrik ton. Untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg bagi masyarakat, pihaknya melakukan extra dropping dan skema fakultatif.
“Fakultatif ini adalah alokasi yang kita tambahkan periode tanggal merah, dimana tanggal merah itu tidak ada penyaluran normalnya. Tapi karena ini di periode satgas, maka ada fakultatif. Fakultatif tidak cukup, maka kita extra drooping,” ujarnya.
Sementara untuk avtur diproyeksikan meningkat 28 persen. Hal itu karena maskapai menambah jumlah penerbang pada periode Lebaran.
Manager Supply & Distribution PT Pertamina Patra Niaga JBT, Priyo Djatmiko menjelaskan ketahanan gasoline rata-rata 9,17 kali konsumsi normal, gasoil memiliki ketahanan lebih kuat yaitu 15,4 kali dari stok normal.
Sementara ketahanan LPG yaitu 2,73 kali konsumsi normal, dan avtur memiliki ketahanan 13,8 kali konsumsi normal.
“Kapasitas penyimpanan kan memang tertentu, tapi bukan tidak diisi lagi. Secara berkala ada keran yang dibuka untuk memenuhi lagi (penyimpanan),” jelasnya.
Dengan kenaikan konsumsi masyarakat, ia pun memastikan distribusi energi lancar. Pihaknya telah menyiapkan 473 mobil tangki untuk mendistribusikan energi.
Untuk mengantisipasi keterlambatan atau kondisi tertentu, pihaknya juga berkoordinasi dengan industri agar bisa menyalurkan BBM ke SPBU.
“Mobil tangki ini adalah ujung tombak, karena mendistribusikan dari terminal kami ke SPBU. Untuk tangki LPG, total ada 249. Distribusi lancar,” pungkasnya. (maw)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.