TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Elisa Laurens, warga kompleks belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti, Kelurahan Kofkerbuk, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya terbangun dari tidur karena dikagetkan suara tangisan bocah sembari minta tolong, Rabu (11/3/2026) dini hari.

Malam-malam buta itu, dua bocah yang merupakan anak tetanggnya, Amirudin Patiran datang mencari pertolongan karena terjadi kebakaran.

Kedua anak itu bernama Imanuel Patiran (5) dan Diran Patiran (4).

"Anak-anak itu lari tanpa kenakan pakaian," ujar Elisa kepada TribunSorong.com.

Baca juga: Breaking News: Kebakaran Rumah di Belakang TMP Tri Jaya Sakti Sorong, 3 Anak Meninggal Dunia

Warga lainnya yang mendengar kegaduhan kemudian keluar, melihat api berkobar melahap kediaman Amirudin. 

Elisa bersama warga lainnya menanyakan keberadaan sang nenek kepada Imanuel dan Diran.

"Mereka jawab, nenek lagi keluar mencari bapaknya yang masih ngojek," ucapnya.

OLAH TKP - Kolase Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tim Satreskrim Polresta Sorong Kota di lokasi kebakaran rumah, kawasan belakang Kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti, Jalan Layang, Lorong Dua Gang Kunit, Kelurahan Koferbuk, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/3/2026).
OLAH TKP - Kolase Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tim Satreskrim Polresta Sorong Kota di lokasi kebakaran rumah, kawasan belakang Kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti, Jalan Layang, Lorong Dua Gang Kunit, Kelurahan Koferbuk, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/3/2026). 

Beberapa jam berselang, Amirudin Patiran pulang, selanjutnya bersama sejumlah warga menerobos masuk meski api masih menyala.

Di ruang tengah, ia mendapati putra bungsunya Anthon Patiran (1) dalam kondisi meninggal dunia dekat pintu ruang tengah.

"Kami sempat berupaya masuk ke ruang lainnya, tapi api masih nyala, sehingga tunggu beberapa jam hingga benar-benar padam," ucap Elisa.

"Sampai pukul 04.15 WIT, api mulai padam, kami masuk mendapati Pangeran Patiran (6)."

Setelah bergeser ke kamar belakang, warga dan polisi mendapati posisi Iren Latuharhary (14) tewas mengenaskan.

"Kami bersama polisi mengevakuasi jenazah ketiga adik kakak ini ke RSUD Sele Be Solu Sorong sekitar pukul 05.00 WIT," kata Elisa.

Menurutnya, saat peristiwa, ibu korban juga tidak ada di rumah karena berjualan asongan di kapal Pelni.

Pemicu kebakaran

Lebih lanjut Elisa menjelaskan, berdasarkan keterangan Imanuel dan Diran, saat kejadian mereka berdua belum tidur.

Satu di antaranya kemudian menyalakan korek yang membakar kain sehingga api pun membesar lalu merembet membakar benda-benda di sekitarnya.

"Saat kebakaran, ketiga kakaknya sudah tidur, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri," ucap Elisa.

Hasil olah TKP

Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Sorong Kota olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Tri Jaya Sakti, Kelurahan Koferbuk, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (11/3/2026).

Pantauan TribunSorong.com, tim dipimpin Kasatreskrim AKP Afriangga U. Tan tiba di lokasi sekitar pukul 11.28 WIT.

Personel menyisir bangunan, memeriksa, hingga mengumpulkan barang bukti (BB) guna memperjelas rekonstruksi kejadian.

Rumah terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, ruang tengah, dan dapur.

Korban meninggal yang terjebak api, yakni Anthon Patiran (1) berada di ruang tengah, Pangeran  Latuharhary (6) di kamar depan, dan Iren Latuharhary di kamar belakang.

Baca juga: Bencana dan Damkar Persoalan Krusial, DPRP Papua Barat Daya Diminta Pecah DKP2B dan Satpol PP

Dua korban selamat dalam musibah ini Imanuel (5) dan Diran (4), sedangkan kedua orang tuanya tidak berada di rumah saat kejadian. 

Polisi fokus mengidentifikasi tiga titik tempat keberadaan para korban tewas.

Hasilnya ditemukan tulang tengkorak diduga korban Iren yang diperkuat adanya gelang yang masih melingkar.

Baca juga: Tingkatkan Kesiapsiagaan, Petugas Damkar Papua Barat Daya Ikuti Bimtek di Sorong

Tim juga menemukan serpihan tengkorak (diduga kepala) di lokasi.

"Kami temukan tulang korban Iren dan juga Pangeran. Oleh TKP ini buat mengumpulkan bukti-bukti serta penyebab kebakaran," ujar Afriangga.

Pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti penyebab kebakaran, sehingga masih terus didalami. (tribunsorong.com/safwan ashari)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.