TRIBUNNEWS.COM - Nasib berbeda dialami dua tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah dan Anthony Sinisuka Ginting pada babak 32 besar Swiss Open 2026, di St. Jakobshalle, Basel, Rabu (11/3/2026).

Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed gagal mengikuti jejak Anthony Sinisuka Ginting yang lebih dulu lolos ke 16 besar.

Kiprah Ubed di Swiss Open 2026 terhenti di tangan unggulan pertama asal China, Li ShiFeng setelah kalah dalam duel ketat tiga set selama 84 menit.

Ubed tertikung di set pertama. Ia sempat unggul meyakinkan, namun di poin akhir Li Shi Feng mencuri kemenangan 22-24 setelah mamaksa deuce.

Di set kedua Ubed bangkit dan kemenangan dengan skor 21-16 untuk memaksa ke set penentuan. Sayang, di set penentuan ia kalah 16-21.

Nasib Ubed berbeda dengan Ginting yang sebelumnya menang meyakinkan saat menghadapi wakil Taiwan, Wang Tzu-wei.

Ginting menang dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-17 dalam waktu 42 menit dan memastikan tiket 16 besar dalam turnamen level BWF World Tour Super 300 itu.

Meski Ubed tersingkir, hasil itu bisa menjadi pelajaran berharga baginya dengan pengalaman menghadapi pemain elite.

Dari empat pertandingan yang melibatkan wakil Indonesia, termasuk satu laga derby Merah Putih, tiga laga berhasil menghasilkan tiket menuju babak 16 besar.

Jalannya Permainan

Ubed membuka pertandingan dengan baik. Ia langsung unggul 2-0 setelah dua smes kerasnya gagal diantisipasi Li Shifeng.

Namun momentum sempat terhenti ketika dua pukulan Ubed keluar lapangan sehingga Li mampu menambah dua poin. Ubed kemudian kembali memimpin 5-3 meski sempat membuat kesalahan net.

Permainan agresif Ubed kembali membuahkan hasil. Dua smes kerasnya lagi-lagi tak mampu dikembalikan Li sehingga keunggulan melebar menjadi 7-4.

Li mencoba bangkit lewat serangan balik. Smes silang tajamnya membuat skor menjadi 9-5.

Saat tengah memimpin empat poin, Ubed sempat meminta perawatan karena mengeluhkan ketidaknyamanan pada kakinya. Setelah pertandingan terhenti beberapa menit, laga kembali dilanjutkan.

Ubed mampu menjaga keunggulan dan menutup interval gim pertama dengan skor 11-5 dalam tempo sekitar 10 menit.

Namun selepas jeda, permainan Ubed mulai menurun. Ia beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, baik pukulan yang keluar maupun bola yang menyangkut di net.

Situasi itu dimanfaatkan Li untuk memangkas jarak hingga 13-10 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan 14-14 setelah meraih empat poin beruntun.

Ubed sempat kembali menjauh melalui backhand smes yang membuatnya unggul 16-14. Ia bahkan memperlebar keunggulan menjadi empat poin setelah netting Li gagal melewati net dan diikuti smes keras yang menghasilkan poin.

Meski demikian, Li tidak menyerah. Ia bermain lebih sabar dan berhasil merebut tiga poin berturut-turut sehingga skor menipis menjadi 19-18.

Memasuki fase krusial, Ubed sempat mendapatkan set point lebih dulu. Namun Li mampu memaksakan reli panjang dan kembali menyamakan kedudukan.

Satu smes lurus Ubed yang keluar lapangan kemudian membuat skor kembali imbang 20-20.

Dalam situasi deuce, Ubed justru melakukan kesalahan ketika netting-nya gagal menyeberang, membuat Li berbalik unggul.

Setelah beberapa kali perebutan poin ketat, gim pertama akhirnya dimenangi Li Shifeng 22-24 setelah backhand overhead Ubed kembali tersangkut di net.

Set kedua Mohammad Zaki Ubaidillah berusaha bangkit setelah kehilangan gim pertama dari Li Shifeng.

Ubed tampil lebih agresif dengan mengandalkan variasi serangan dan berhasil menjaga keunggulan tipis pada fase awal pertandingan. 

Reli-reli panjang mulai sering terjadi, tetapi Ubed mampu menjaga kontrol permainan hingga menutup interval gim kedua dalam posisi unggul 11-7.

Namun seperti yang terjadi pada gim pertama, performa Ubed kembali menurun selepas jeda, terutama jelang poin akhir.

Ubed sempat unggul jauh 18-10, namun beberapa kesalahan sendiri membuat Li Shifeng perlahan mendekat dan sempat menekan perolehan poin, 19-15.

Meski demikian, kali ini Ubed mampu merespons tekanan tersebut dengan lebih baik. 

Ia kembali menemukan ritme permainannya melalui smes keras dan penempatan bola yang menyulitkan lawan.

Keunggulan yang sempat terancam akhirnya bisa diamankan Ubed pada fase akhir gim. 

Ia menjaga fokus di poin-poin krusial hingga menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16.

Hasil tersebut membuat pertandingan kembali seimbang dan memaksa duel berlanjut ke gim penentuan.

Namun memasuki paruh akhir pertandingan, Li Shifeng mulai mengambil alih kendali permainan.

Li Shi Feng membuka gim ketiga dengan empat poin beruntun sebelum kemudian disamakan Ubed di angka 8-8 dan 10-10.

Ubed sempat mendapatkan peluang saat menerima bola tanggung dari lawannya. Sayangnya, smes yang ia lepaskan justru menyangkut di net sehingga tertinggal 12-15.

Tekanan semakin bertambah ketika backhand smes Ubed berikutnya keluar lapangan, membuat Li memperlebar jarak menjadi 16-12.

Situasi tersebut membuat momentum beralih sepenuhnya kepada Li. Ubed akhirnya harus menyerah pada gim ketiga dengan skor 16-21.

Hasil & Jadwal Wakil Indonesia di Babak 32 Besar Swiss Open 2026, Rabu (11/3/2026)

Lapangan 1 mulai pukul 16.00 WIB

Match 6 (MS): Li Shi Feng (China/unggulan 1) vs Moh Zaki Ubaidillah: 24-22, 16-21, 21-16.

Lapangan 2 mulai pukul 16.00 WIB

Match 6 (MS): Anthony Sinisuka Ginting vs Wang Tzu Wei (Taiwan): 21-11, 21-17.

Match 10 (XD): Callum Hemming/Estelle van Leeuwen (Inggris) vs Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Indonesia/unggulan 3) 

Lapangan 3 mulai pukul 16.15 WIB

Match 2 (WS): Putri Kusuma Wardani (Indonesia/unggulan 1) vs Tanvi Sharma (India): 21-11, 21-10

Match 12 (MS): Alwi Farhan (unggulan 6) vs Hu Zhe An (China)

Lapangan 4 mulai pukul 16.15 WIB

Match 4 (XD): Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana vs Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil: 18-21, 14-21

Match 11 (XD): Chen Cheng Kuan/Hsu Yin Hui (Taiwan) vs Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Indonesia/unggulan 8) 

(Tribunnews.com/Tio)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.