TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (10/3/2026).

Provinsi Sulbar terdiri dari Pasangkayu, Mamuju, Mamasa, Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju Tengah.

Sedangkan suhu antara 16 hingga 32 derajat celcius, kecepatan angin 2 hingga 25 kilometer per jam, dan kelembapan uadara 73 - 97 persen.

Berikut selengkapnya prakiraan cuaca Sulawesi Barat pada Selasa, 8 Maret 2026:

Pagi Hari

Berpotensi hujan ringan di wilayah:

  • Kabupaten Mamuju (Kep. Balabalakang), 
  • Kabupaten Pasangkayu (Pasangkayu, Bambalamotu, Pedongga, Tikke Raya, Lariang, Bulu Taba), 
  • Kabupaten Majene (Malunda, Ulumanda, Tubo Sendana, Tammerodo Sendana), 
  • Kabupaten Polewali Mandar (Tutar).

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan Selasa 10 Maret 2026 Besok, BMKG: Mayoritas Berawan

Siang dan Sore

Umumnya berpotensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Sulawesi Barat.

Malam Hari

Berpotensi hujan ringan di wilayah:

  • Kabupaten Mamuju (Mamuju, Simboro, Tapalang, Tapalang Barat, Kalukku, Papalang, Bonehau, Kalumpang), 
  • Kabupaten Mamuju Tengah (Topoyo, Tobadak), 
  • Kabupaten Pasangkayu (Pasangkayu, Pedongga, Tikke Raya, Bulu Taba, Duripoku, Dapurang, Sarudu, Baras, Lariang, Bambalamotu), 
  • Kabupaten Majene (seluruh wilayah), 
  • Kabupaten Polewali Mandar (seluruh wilayah), 
  • Kabupaten Mamasa (Seluruh wilayah kecuali Pana dan Tabang Berawan).

Dini Hari

Berpotensi hujan ringan di wilayah:

  • Kabupaten Mamuju (seluruh wilayah kecuali Kep. Balabalakang berawan), 
  • Kabupaten Mamuju Tengah (seluruh wilayah), 
  • Kabupaten Pasangkayu (seluruh wilayah), 
  • Kabupaten Majene (seluruh wilayah), 
  • Kabupaten Poleawli Mandar (seluruh wilayah), 
  • Kabupaten Mamasa (Mehalaan, Mambi, Aralle, Messawa).

Peringatan Dini

Waspada Potensi hujan akumulasi selama 24 jam yang masuk kategori lebat di wilayah:

  • Kabupaten Majene,
  • Kabupaten Polewali Mandar, dan
  • Kabupaten Pasangkayu.

Berikut tips menghadapi cuaca ekstrem dikutip dari bpbd.jogjaprov.go.id:

1. Pemantauan Cuaca Secara Berkala

Selalu mengikuti informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG untuk mengetahui prakiraan hujan lebat atau cuaca ekstrem lainnya. Pemantauan yang rutin akan memberikan peringatan dini yang sangat penting dalam menghadapi potensi bencana.

2. Pembersihan Saluran Drainase

Pastikan saluran air, selokan, dan sungai bebas dari sampah dan material yang menghambat aliran air. Saluran air yang terjaga kebersihannya akan mencegah banjir lokal dan genangan air yang merugikan.

3. Pembuatan Sumur Resapan dan Kolam Retensi

Bangun struktur yang dapat menampung dan menyerap air hujan, seperti sumur resapan atau kolam retensi. Hal ini akan mengurangi limpasan air hujan dan menekan risiko banjir, terutama di kawasan perkotaan.

4. Penanaman Vegetasi

Menanam pohon dan tanaman lainnya dapat membantu menyerap air hujan, mengurangi erosi, serta memperkuat struktur tanah. Hal ini efektif dalam mencegah longsor, terutama di daerah dengan kontur tanah yang rentan.

5. Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Tingkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi melalui program edukasi, pelatihan, dan simulasi bencana. Dengan demikian, masyarakat akan lebih siap dalam menghadapi bencana serta mampu mengambil langkah yang cepat dan tepat.

Baca juga: Wilayah Rawan Karhutla Diminta Siaga, BMKG Peringatkan Cuaca 2026 Lebih Kering

6. Pengembangan Sistem Peringatan Dini

Implementasikan sistem peringatan dini untuk bencana banjir dan tanah longsor. Sistem ini akan memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi atau tindakan pencegahan lainnya saat kondisi darurat terjadi.

7. Perencanaan Tata Ruang yang Berkelanjutan

Hindari pembangunan di daerah rawan bencana dan terapkan peraturan zonasi yang mempertimbangkan risiko bencana dalam perencanaan kota. Tata ruang yang baik akan mengurangi risiko kerugian akibat bencana.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan kita dapat lebih siap menghadapi musim hujan dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas, dan kesiapsiagaan yang baik adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana yang mengancam di setiap musim hujan.

(Tribunnews.com/Endra)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.