Pyongyang (ANTARA) - Korea Utara membatalkan ajang lari maraton, yang dijadwalkan berlangsung pada 5 April mendatang di Pyongyang, tanpa alasan jelas, demikian keterangan Koryo Tours, Senin, agen perjalanan yang berbasis di Beijing selaku penyelenggara acara tersebut.


Keputusan pembatalan itu dikomunikasikan oleh asosiasi atletik milik Korea Utara dan telah dikonfirmasi. Koryo Tours menambahkan bahwa seluruh biaya yang telah dibayarkan oleh calon pelari akan dikembalikan.


Pada April 2025, Pyongyang menjadi tuan rumah maraton internasional untuk pertama kalinya setelah hiatus selama enam tahun akibat pandemi COVID-19. Pyongyang Marathon 2025 diikuti oleh pelari amatir dari sekitar 45 negara yang mendaftar untuk berlari.


Pelari dari beberapa negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan, tidak diizinkan mengikuti Pyongyang Marathon.


Ajang lomba lari maraton itu terbuka untuk para pelari amatir sejak tahun 2014, dengan kategori full marathon sejauh 42,195 kilometer, half marathon, serta lari 10 Km dan 5 Km.






Pyongyang Marathon diadakan setiap tahun sebelum Korea Utara menutup perbatasan wilayahnya pada awal tahun 2020 karena pandemi.