TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bendung Cisadane Empang, Kota Bogor merupakan salah satu bendungan tua yang sudah ada sejak masa kolonial.
Bendungan yang dibangun sekitar tahun 1872 ini memantau tinggi aliran air Sungai Cisadane yang mengalir dari kawasan hulu Cigombong Bogor hingga ke Tangerang dan seterusnya.
Terpantau, Bendung Cisadane Empang terdiri dari dua bendungan yang dipisahkan tanah menyerupai pulau di tengahnya yang disebut Kampung Nusa Pulo Empang.
Bendung ini juga memiliki beberapa pintu air untuk irigasi yang bisa dibuka tutup.
Salah satu petugas pos Bendung Cisadane Empang, Roni, menjelaskan bahwa belakangan ini memang situasi di Cisadane cenderung tenang.
Tinggi muka air (TMA) Cisadane belakangan ini agak jarang mengalami kenaikan yang signifikan.
Baca juga: Kisah Tragis di Bendung Cisadane Kota Bogor, Warga Sampai Gelar Tahlilan di Area Sungai
Di masa lalu, kata dia, ada beberapa kali momen ketika tinggi Sungai Cisadane benar-benar tinggi.
"Sekarang TMA cuma 20 cm, dulu pernah sampai 2 meter lebih," kata Roni kepada TribunnewsBogor.com, Senin (9/3/2026).
Seingat dia, meluapnya Sungai Cisadane seperti memiliki pola 10 tahun sekali.
Diantaranya pernah terjadi di tahun 2007 dan tahun 2017.
"Yang paling besar 2007, 2017," katanya.
Dia menjelaskan bahwa ketika itu, warga di Kampung Pulo Empang sampai berbondong-bondong mengungsi.
Mereka mengungsi ke Jalan Raden Aria Wiranata menyeberangi jembatan menjauhi Sungai Cisadane.
"Itu lapangan (pinggir sungai) sampai kerendem. Warga kampung sini pada menyeberang semunya, ngungsi, takut jebol takut apa," katanya.
Beruntung belakangan ini, hal itu tak terjadi, karena hujan di Bogor yang terus menerus berdurasi lama juga agak jarang terjadi, kecuali hujan deras berdurasi singkat.
"Sekarang udah enggak tinggi lagi. Kan biasanya naik itu di akhir penutupan musim hujan sama awal hujan. Tapi (musim hujan) kemarin mah cuma 130 cm, siaga 3," ungkapnya.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.