TRIBUNNEWS.COM - Dalam rutinitas perawatan wajah, pemilihan sabun cuci muka sering kali dianggap sebagai langkah sederhana.
Padahal, pembersih atau cleanser merupakan fondasi utama yang menentukan kesehatan kulit jangka panjang, terutama dalam menjaga skin barrier agar tetap kuat dan seimbang.
Saat ini, tren gaya hidup sehat merambah ke dunia kecantikan dengan meningkatnya rekomendasi penggunaan sabun cuci muka dengan kadar pH rendah (low pH).
Baca juga: Soal Perawatan Kulit, Aktris Astrid Tiar Merasa Tak Perlu Jauh-jauh ke Luar Negeri
Karakteristik ini dinilai lebih ramah bagi kulit karena selaras dengan tingkat keasaman alami manusia.
Secara biologis, kulit manusia memiliki tingkat keasaman alami pada kisaran pH 4,5 hingga 5,5. Jika seseorang menggunakan sabun cuci muka dengan pH yang terlalu tinggi atau basa, lapisan pelindung alami kulit dapat terganggu.
Gangguan pada keseimbangan pH ini dapat memicu berbagai masalah kulit, mulai dari kondisi kering, sensitivitas yang meningkat, hingga kerentanan terhadap jerawat.
Oleh karena itu, cleanser dengan low pH menjadi solusi ideal untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sisa riasan tanpa merusak ekosistem alami kulit.
James Junianlie, seorang praktisi di industri kecantikan, menjelaskan bahwa pembersihan wajah dengan pH yang tepat adalah pintu masuk bagi efektivitas produk perawatan selanjutnya.
"Langkah pertama perawatan skin barrier adalah memastikan wajah bersih tanpa merusak lapisan pelindungnya. Kulit yang bersih dengan pH seimbang akan mampu menyerap produk skincare berikutnya secara lebih maksimal," ungkap James dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Selain faktor pH, pemilihan kandungan aktif dalam sabun wajah menjadi faktor krusial bagi kesehatan kulit. Beberapa bahan yang kini banyak dicari untuk mendukung skin barrier meliputi ceramide, amino acid, serta pelembap alami seperti sodium PCA.
Teknologi amino acid cleansing kini mulai mendominasi pasar karena kemampuannya membersihkan kulit secara lembut.
Berbeda dengan sabun konvensional yang sering meninggalkan sensasi kulit terasa kaku atau "tertarik", teknologi ini mampu menjaga kelembapan alami tetap tinggal di permukaan kulit pasca pembasuhan.
Respons industri terhadap kebutuhan ini terlihat pada pengembangan produk yang lebih spesifik. Sebagai contoh, seri Viva Queen Pro-Age Advance kini mengintegrasikan 3x ceramide complex, snail mucin filtrate, dan sodium PCA yang difokuskan untuk menjaga elastisitas kulit di sela proses pembersihan.
Di sisi lain, bagi mereka yang fokus pada kecerahan kulit, kombinasi bahan seperti Vitamin C dengan tingkat kemurnian tinggi, Niacinamide, dan Collagen mulai diformulasikan ke dalam pembersih wajah low pH. Tujuannya agar kulit tidak hanya bersih dan cerah, tetapi juga tetap lembut dan terhidrasi.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kesehatan kulit, konsumen kini diharapkan lebih jeli melihat label produk. Memastikan pembersih wajah memiliki pH yang sesuai bukan sekadar tren, melainkan investasi jangka panjang untuk kulit yang sehat dan awet muda.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.