TRIBUNJATIM.COM - Inilah curahatan hati para driver ojek online atau driver ojol yang menerima Bantuan Hari Raya (BHR) menjelang Lebaran 2026.
Diketahui, nominal yang diterima para pengemudi bervariasi, mulai dari Rp200.000 hingga Rp900.000, bergantung pada performa masing-masing driver.
Meski demikian, pencairan insentif tersebut tidak serta-merta meredakan keluhan para pengemudi.
Sejumlah driver justru kembali menyoroti besarnya potongan yang mereka tanggung dari pihak aplikator.
Baca juga: Sutrisna Pasrah Tak Dapat BHR Ojol karena Orderan Kurang, Jika Capai 70 Pesanan Dapat Rp 150 Ribu
Teguh (36) adalah satu di antaranya.
11 tahun jadi driver ojol di Jakarta Barat, mengaku menerima BHR sebesar Rp250.000 tahun ini.
Menurut dia, nominal tersebut jauh dari cukup jika dibandingkan dengan potongan pendapatan yang ia alami setiap bulan.
"Padahal kami aja ngasih aplikasi sebulan Rp600.000 dari potongan. Potongan itu dari program Hemat. Jadi, memang aplikator enggak mampu ngasih program yang menyejahterakan driver," keluhnya, melansir dari Kompas.com.
Ia menjelaskan, pengemudi yang menyelesaikan lebih dari 10 pesanan dalam program "Hemat" akan dikenakan potongan sebesar Rp20.000 per hari oleh aplikator.
"Jadi mereka (aplikator) nyari tambahan uangnya dari driver, bukan dari customer," kata dia.
Jika dihitung dalam satu bulan, potongan Rp20.000 per hari dapat mencapai Rp600.000. Selain itu, penghasilan driver juga dipotong sebesar 20 persen untuk setiap perjalanan yang mereka selesaikan.
"Itu baru dari Hemat-nya doang, belum potongan 20 persen yang per trip. Mati dong kami dipotong terus. Pada intinya manajemen kreatifnya ke driver-driver saja, idenya sudah mentok buat nyari uang, akhirnya narikin driver lagi," ujarnya.
Menurut Teguh, jika dibandingkan dengan potongan tersebut, nominal BHR yang diterima para pengemudi terasa tidak sebanding.
Ketimpangan nominal BHR juga disebut selalu terjadi dari tahun ke tahun.
Tahun lalu, Teguh menerima insentif sebesar Rp450.000.
Namun, ia menyebut ada rekan sesama driver yang hanya mendapatkan Rp50.000.
"Banyak bahkan yang enggak dapet sama sekali gara-gara akumulasi cancel-an order, padahal ya enggak semuanya salah driver juga," kata Teguh.
Untuk mendapatkan BHR dengan nominal terbesar, pengemudi harus memiliki performa akun yang tinggi di aplikasi.
Besaran BHR biasanya dikelompokkan berdasarkan level performa pengemudi, mulai dari Harapan, Andalan, hingga Jawara sebagai level tertinggi.
Pengemudi yang ingin memperoleh BHR maksimal Rp 900.000 harus mampu mempertahankan level Jawara selama 12 bulan penuh.
Baca juga: Daftar Kategori Penerima THR Ojol 2026: Motor Paling Besar Rp900 Ribu, Mobil Rp1,6 Juta
Menurut Teguh, syarat untuk mencapai level tersebut sangat ketat karena pengemudi tidak boleh menolak pesanan ataupun melakukan pembatalan.
"Kemarin saya Jawara-nya cuma empat bulan, sisanya enggak. Jadi dapetnya Rp250.000 Emang kalau mau dapet Rp 200,000-an minimal harus Jawara empat kali," tambahnya.
Pengemudi lain, Amri (35), juga menilai mempertahankan level Jawara sepanjang tahun merupakan hal yang sangat sulit dilakukan.
Ia mengatakan, kondisi jalanan maupun cuaca sering kali memaksa pengemudi membatalkan pesanan demi keselamatan.
"Masalahnya susah jadi driver tuh, kami kan kadang mau enggak mau harus nolak kalau emang enggak bisa. Misalnya lagi banjir kemaren kan, jadi banyak nge-cancel gara-gara customer mah enggak tau kalau di situ banjir. Kalau dipaksa motor kami rusak, di-cancel performa kami turun," ujar Amri.
Situasi tersebut diperparah dengan sistem aplikasi yang tetap menurunkan performa pengemudi meskipun pembatalan dilakukan oleh penumpang.
"Kalau customer cancel kita kena pelanggaran. Padahal customer nih yang cancel, performa kami ikutan turun. Jadi mau ngejagain Jawara setahun juga dibela-belain susah, saya mah ngalir aja dah," ucapnya pasrah.
Salah satu pengemudi, Opan Sopiandi (68), mengaku menerima BHR sebesar Rp900.000.
Nominal tersebut merupakan besaran maksimal BHR bagi pengemudi roda dua.
"Alhamdulillah saya dapet Rp900.000," ungkap Opan Sopiandi di Alun-alun Kota Bogor, Jumat (6/3/2026).
Opan menjelaskan, nominal maksimal itu didapat karena ia mampu menjaga performa sebagai pengemudi selama satu tahun terakhir.
Menurut dia, jam operasionalnya sebagai ojol bahkan melampaui batas minimal yang ditetapkan aplikator, yakni 300 jam per bulan. Dalam sebulan, ia mengaku bisa mencapai 365 jam waktu online.
"Kalau (kategori) Harapan itu jam terbangnya. Kalau (kategori) juara kan harus ya itu 300 seperti saya nih. Ini kan saya juara nih," tutur dia.
Opan mengatakan, menjaga performa kerja merupakan bentuk keseriusannya dalam melayani pelanggan.
Selain itu, ayah empat anak tersebut juga mengaku harus tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai salah satu anaknya yang masih bersekolah.
"Yang dikejar ya dapur lah, buat kebutuhan keluarga juga betul. Kita kan masih punya anak sekolah," jelasnya.
Baca juga: Besaran THR Ojol 2026 yang Cair Maksimal H-7 Lebaran, Anggaran BHR Rp220 M untuk 850.000 Driver
Pengemudi lain, Bambang Kurniawan (45), mengatakan bahwa ia juga telah menerima BHR dari aplikator sebesar Rp350.000. Bambang berencana menggunakan uang tersebut untuk membayar zakat bagi keluarganya.
"Iya zakat pas buat lima orang, sisanya ya mungkin sedekah," kata Bambang saat ditemui pada Jumat (6/3/2026).
Ia menuturkan, pengemudi harus menjaga performa layanan agar tetap memenuhi syarat menerima BHR dari aplikator.
"Ya harus rajin, yang keduanya jangan sering cancel customer lah, karena itu kan ngurangi performa juga, bisa kurang juga. Itu saja sih intinya ya rajinlah tiap hari rajin gitu saja," jelas dia.
Meski demikian, Bambang mengaku peluang untuk mendapatkan BHR lebih besar apabila aturan dari pihak aplikator disampaikan sejak awal.
"Iya pastilah, iya. Ini kan peraturannya mendadak begini-begini gitu. Ya kemungkinan, kemungkinan dapat," ujarnya.
Menurut dia, informasi yang diberikan lebih awal akan membuat pengemudi dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk memenuhi syarat penerimaan BHR.
"Saya juga tidak tahu peraturannya kayak gimana karena peraturannya mendadak ya. Jadi peraturan begini-begini kita kan tidak tahu kan kalau misalkan ada peraturan harus begini ya persiapan dari tahun kemarin dipersiapin gitu," ucap dia.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.