Jakarta -

Suasana Ramadan di Mesir kental dengan budaya berbagi, baik di masjid, tepi jalan, hingga pekarangan rumah warga. Tradisi tersebut dikenal sebagai Maidaturrahman, hidangan buka puasa yang disediakan secara gratis.


Mahasiswa asal Boyolali di Universitas Al Azhar, Kairo, Fahna Fathika mengakui dirinya kerap berburu takjil yang biasa disebut 'war musa'adah'. Jika kehabisan di satu tempat, masih banyak titik lain yang juga menyediakan.


"Nah biasanya yang bikin adalah orang-orang Mesir sendiri, atau mahasiswa Indonesia juga beberapa ada yang buat musaadah. Biasanya namanya 'maidaturahman'," ujar Fahna saat diwawancarai detikEdu pada Jumat (27/2/2026), ditulis Selasa (3/3/2026).






"Biasanya kalau nggak kedapatan cari maidah lain. Soalnya di sini bener-bener dari setiap masjid, setiap jalan itu pasti ada yang buka, menggelar tenda-tenda maidah. Jadi kalau nggak dapat satu, ke yang lain," jelasnya.



Pihak Al Azhar sendiri menyediakan sekitar 10.000 porsi makanan untuk dibagikan kepada para mahasiswanya termasuk wafidin (mahasiswa non-Mesir).


"Apalagi kita sebagai wafidin, mahasiswa asing di sini itu dikasih dari Al-Azhar sendiri itu buka puasa 30 hari, setiap harinya itu 10 ribu porsi. Iya, 10 hari terakhir di bulan Ramadan sahur itu juga dikasih," jelas Shafly Athif, mahasiswa Al Azhar University lain asal Wonogiri.


Antre Masuk Masjid, Belanja Banyak Bonus



Suasana buka puasa Ramadan di MesirSuasana buka puasa Ramadan di Mesir Foto: (Dokumentasi pribadi Fahna Fathika)

Bahkan untuk dapat masuk ke dalam masjid Al Azhar di awal-awal Ramadan, para mahasiswa harus memasuki antrean sepanjang 200 meter lebih. Intensitas berbagi yang tinggi di Mesir selama bulan puasa juga dirasakan Shafly.


Ia bercerita pernah datang ke toko bahan makanan untuk belanja keperluan, dan mendapat banyak bonus dari penjual. Terlebih saat ia mengaku sebagai pelajar asing yang sedang berkuliah di sana.


"Dulu itu aku pertama kali waktu ke sini itu pernah suatu ketika itu kan di bulan Ramadan itu jajan di toko kelontong gitu ya. Itu benar-benar ditanyain apa namanya, serumah itu berapa orang, dan antum mau apa aja itu ditanyain. Jadi mau jajan sedikit terus ditambahin banyak banget itu. Ada susu, ada adas, ada beras itu dikasih semuanya. Jadi benar-benar Ramadan itu kayak wah banget gitu," tuturnya.


Saking istimewanya Ramadan bagi masyarakat Mesir, mereka seolah berlomba-lomba untuk berbagi sebanyak-banyaknya selama puasa. Bahkan hampir setiap rumah menyediakan hidangan berbuka (Maidaturrahman) bagi siapa saja yang datang.


"Kalau di sini itu benar-benar bulan Ramadan itu malah bukan waktunya untuk mencari uang tapi untuk waktunya untuk orang-orang Mesir itu berbagi di mana-mana," ujar Shafly.




"Jadi di setiap rumah, bayangin aja setiap di depan rumah itu pasti ada yang benar, tadi katanya Maidaturrahman. Jadi di setiap depan rumah itu pasti ada yang buka puasa gratis, disediain tempat, meja mereka yang nyediain, dari meja, kursi, makanannya disediain semuanya. Jadi mereka itu kayak di sebelas bulan lain selain Ramadan itu mereka mencari uang dibagi-baginya di bulan Ramadan," sambungnya.










Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.