TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Perubahan gaya bermain PSM Makassar di bawah asuhan Tomas Trucha akhirnya terungkap.

Rentetan cedera dan akumulasi kartu memaksa pelatih asal Republik Ceko itu menyesuaikan pendekatan taktiknya.

Di awal menukangi PSM Makassar, Tomas Trucha menerapkan sepak bola progresif dengan fokus pada penguasaan bola tinggi.

Umpan-umpan cepat dimainkan untuk mengurung pertahanan lawan, sesekali serangan dibangun dari sektor sayap.

Gaya bermain ini membuat garis pertahanan PSM sangat tinggi.

Begitu kehilangan bola, pressing ketat langsung diterapkan.

Strategi tersebut berjalan baik dalam tiga laga awal.

Juku Eja meraih tiga kemenangan beruntun dengan produktivitas gol yang tinggi.

Namun, taktik itu mulai terbaca lawan.

Rentetan hasil kurang maksimal pun didapatkan.

Memasuki putaran kedua, Tomas Trucha beralih ke gaya bermain reaktif seperti era pelatih sebelumnya, Bernardo Tavares.

Yuran Fernandes cs lebih banyak menunggu di area sendiri dan membiarkan lawan menguasai bola.

Setelah merebut bola, PSM mengandalkan serangan balik cepat.

Sayangnya, skema ini kerap gagal karena bola lambat dialirkan ke depan sehingga lawan sempat kembali ke pertahanannya.

Kesalahan umpan di area sepertiga akhir juga sering terjadi.

Strategi tersebut belum membuahkan hasil positif. Saat ini, PSM Makassar berada di posisi 13 klasemen dengan 23 poin.

Tomas Trucha mengakui perubahan pendekatan taktik dipicu banyaknya pemain yang absen akibat cedera dan hukuman kartu.

Dalam 11 pertandingan terakhir, sejumlah pemain tidak bisa diturunkan.

Aloisio Neto Soares, Yuran Fernandes, Gledson Paixao, Jacques Medina, dan Victor Luiz harus menepi karena akumulasi kartu kuning.

Ananda Raehan, Syahrul Lasinari, serta Victor Luiz juga absen akibat kartu merah dan sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Selain itu, Savio Roberto, Gledson Paixao, Achmat Fahrul Aditia, dan Gala Pagamo sempat mengalami cedera.

“Lihat masalah kita dapatkan, dari cedera, hukuman kartu didapatkan di 11 laga, Tentu saja kita harus mengubah sesuatu dalam keadaaan ini,” kata Tomas Trucha saat konferensi pers jelang pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang di Ruang Media Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulsel, Minggu (1/3/2026).

Ia menyinggung dua laga terakhir melawan Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.

Meski kalah dari Persija, ia mengklaim penguasaan bola hampir berimbang.

Namun data menunjukkan Persija menguasai 59 persen bola, sementara PSM 41 persen.

Tomas menyebut anak asuhnya memiliki dua hingga tiga peluang dari bola mati dan crossing, tetapi kesalahan sendiri membuat Persija menghukum PSM.

Saat menghadapi Persebaya, PSM mencatat penguasaan bola 41 persen berbanding 59 persen.

Meski peluang tercipta, penyelesaian akhir masih menjadi kendala.

Tomas Trucha menegaskan strategi dasarnya tidak berubah.

“Kita tetap startegi saya. Apa saya sampaikan ke pemain saya, tetap sampaikan hal yang sama, dan saya tetap menyampaikan hal tersebut terus-menerus. Tapi apa dilihat orang luar tentunya kita memerlukan hasil,” tuturnya.

Pengamat sepak bola Assegaf Razak menilai PSM kehilangan motivasi dan tanggung jawab saat mengalami kekalahan.

“Itu harus diberikan semangat pemain, jangan kalau kalah ya merasa kalah, tapi harus ada semnaga bangkit,” katanya.

Ia juga menyoroti lini pertahanan PSM yang hampir selalu kebobolan di setiap pertandingan.

Menurutnya, seluruh lini memiliki tanggung jawab.

Mulai dari penyerang yang harus menghambat serangan, gelandang yang memutus alur bola, hingga bek yang menjaga area pertahanan.

“Gawang PSM Makassar ini setiap laga kebobolan, harus mendapat perhatian,” ucapnya. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.