TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kelurahan Ipilo kembali bersiap menyambut Tumbilotohe, tradisi yang digelar pada malam ke-27 bulan suci Ramadan.
Sejak 2018, Festival Tumbilotohe di wilayah ini rutin dilaksanakan dan selalu menjadi magnet bagi warga yang ingin menikmati sekaligus mengabadikan keindahan kilauan lampu.
Nama Ipilo bahkan sudah lekat di benak masyarakat setiap kali waktu Tumbilotohe tiba.
Kelurahan ini kerap menjadi lokasi yang wajib dikunjungi, terutama bagi mereka yang ingin berburu foto dengan latar gemerlap lampu hias.
Kepanitiaan Festival Tumbilotohe di Ipilo, Fadlan Niode, mengungkapkan bahwa persiapan tahun ini sudah dimulai lebih awal.
Baca juga: Kisah Dr Umarulfaruq asal Boalemo Gorontalo, Jadi Pendakwah di Jawa, Kenang Tradisi Tumbilotohe
Sejak memasuki hari keenam Ramadan, warga mulai bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan festival.
Ia menjelaskan, saat ini pekerjaan masih difokuskan pada tahap awal pemasangan infrastruktur.
"Saat ini masih fokus merentangkan tali-tali di bagian atas," ujarnya saat ditemui TribunGorontalo.com, Minggu (1/3/2026) sore.
Pantauan di lokasi, tiang-tiang besi setinggi hampir tiga meter telah berdiri berjajar di sepanjang Jalan Tribrata.
Tiang tersebut membentang lebih dari 30 meter dan menjadi rangka utama pemasangan lampu hias.
Pada tahun-tahun sebelumnya, lampu dibentangkan di sepanjang tali pada bagian atas tiang, membentuk terowongan persegi yang memukau saat malam hari.
Konsep inilah yang selalu dinantikan pengunjung setiap Ramadan.
Namun untuk tahun ini, panitia memastikan akan ada sentuhan berbeda.
Meski demikian, detail konsepnya masih dalam tahap pembahasan internal.
Fadlan menegaskan, pihaknya belum bisa membeberkan secara rinci desain yang akan diusung.
"Belum bisa kita sampaikan (konsepnya), yang pasti akan ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Lebih dari sekadar festival lampu, Tumbilotohe di Ipilo juga menjadi ruang kebersamaan lintas generasi.
Seluruh elemen masyarakat terlibat tanpa sekat usia maupun golongan.
Ia menggambarkan keterlibatan warga yang begitu antusias.
"Kami di sini ada rema muda, ada Gen Z nya, ada juga yang tua-tuanya, jadi gabung semua," ungkapnya.
Dari sisi pendanaan, kegiatan ini sepenuhnya berbasis partisipasi.
Dana dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat. Pada tahun sebelumnya, panitia juga sempat berkolaborasi dengan sponsor, dan peluang kerja sama serupa tetap terbuka tahun ini.
Tak hanya itu, Festival Tumbilotohe 2026 juga direncanakan melibatkan pelaku UMKM.
Lokasi penempatan mereka masih akan difinalkan melalui kesepakatan bersama ke depan.
Persiapan Festival Tumbilotohe ini terus dimatangkan dengan konsep yang berbeda.
Tumbilotohe Ipilo tahun ini kembali dinanti sebagai salah satu titik paling terang dalam perayaan malam ke-27 Ramadan di Kota Gorontalo. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.