Jakarta -
Menu pembuka alias appetizer sering melengkapi waktu santap di restoran. Ternyata ada fakta unik di balik jumlah potongan yang kerap tersaji pada menu pembuka.
Pernah memperhatikan kenapa hidangan pembuka di restoran sering disajikan dalam jumlah ganjil, seperti 3 atau 5 potong? Ternyata, ini bukan kebetulan semata, melainkan mencakup berbagai alasan yang masuk akal untuk menarik selera pengunjung.
Baca juga: Warisan Kuliner 120 Tahun Berakhir, Restoran Legendaris Ini Tutup Permanen
Melansir dari NDTV Food (26/2), ada alasan psikologis hingga estetika di balik penyajian tersebut. Berikut penjelasannya:
Makanan pembuka sengaja disajikan dengan porsi sedikit agar tampak menarik. Foto: iStock |
1. Lebih Menarik Secara Visual
Jumlah ganjil secara visual dianggap lebih menarik dibandingkan jumlah genap. Dalam dunia plating dan desain makanan, angka ganjil menciptakan komposisi yang terasa lebih dinamis dan tidak kaku.
Tiga atau lima potong membuat tampilan makanan terasa lebih hidup. Inilah sebabnya banyak chef memilih angka ganjil untuk hidangan pembuka.
2. Terlihat Lebih Artistik dan Premium
Penyajian makanan dalam jumlah ganjil seperti 3 atau 5 potong memberi kesan lebih terkurasi dan elegan. Angka ganjil membuat makanan tampak seperti ditata dengan perhitungan khusus, bukan sekadar dibagi rata.
Hal ini membantu meningkatkan persepsi kualitas dan nilai hidangan di mata pelanggan. Restoran fine dining sangat memperhatikan detail seperti ini.
3. Membuat Porsi Terasa Pas
Appetizer memang dirancang sebagai pembuka, bukan hidangan utama. Jumlah tiga atau lima potong membantu menjaga porsi tetap ringan sehingga tidak terlalu mengenyangkan. Jika disajikan dalam jumlah besar, hidangan pembuka bisa terasa berat sebelum makanan utama datang.
Baca juga: Salt Bae Gelar Bukber di Masjid Pribadi, Bagi-bagi 1.000 Takjil Gratis!
4. Menarik bagi Konsumen
Secara psikologis, beberapa ahli menyebut bahwa otak manusia cenderung lebih mudah menerima komposisi ganjil sebagai sesuatu yang menarik dan tidak monoton. Ini membuat pengalaman makan terasa lebih menyenangkan tanpa disadari.
Tujuan lainnya juga agar lebih mudah ditata di atas piring. Foto: iStock |
5. Memudahkan Penataan di Piring
Dari sisi teknis, menyusun 3 atau 5 potong makanan di atas piring lebih fleksibel dibanding 4 atau 6. Chef bisa menata satu di tengah dan dua di samping, atau membuat pola segitiga. Pola seperti ini membantu menciptakan keseimbangan visual tanpa terlihat terlalu simetris atau kaku.
Jadi, jika melihat croquette, dimsum, atau potongan bruschetta datang dalam jumlah 3 atau 5, itu bukan sekadar soal hitungan. Ada pertimbangan estetika, psikologi, hingga pengalaman bersantap yang diperhitungkan di baliknya.

