Jakarta -

Aktris Chelsea Olivia baru-baru ini membagikan kabar mengejutkan terkait kondisi kesehatannya. Melalui unggahan di media sosialnya pada Sabtu (28/2/2026), ibu dua anak ini mengaku harus menjalani empat prosedur operasi sekaligus di Malaysia setelah mengalami perdarahan hebat selama dua bulan tanpa henti.


Semua bermula pada Januari 2026, tepat setelah Chelsea pulang berlibur dari Jepang. Ia merasakan nyeri menstruasi yang jauh lebih hebat dari biasanya.


"Rasanya berbeda, lebih sakit dan kramnya jauh lebih kuat," ungkap Chelsea. Kondisi tersebut tidak membaik; perdarahan terus berlanjut dari hitungan hari, minggu, hingga memasuki bulan kedua.




Selama masa itu, Chelsea mengalami gejala fisik yang cukup berat:



  • Perut membengkak hingga terlihat seperti sedang hamil.

  • Lemas, pusing, dan kram hebat.

  • Berat badan naik 5 kg hanya dalam dua bulan akibat efek hormon.


Meski sudah mendatangi tiga dokter di Indonesia, menjalani cek hormon, hingga melepas IUD, hasil pemeriksaan selalu menyatakan rahimnya sehat tanpa miom atau kista. Akhirnya, Chelsea mencari second opinion ke Malaysia. Di sana, dokter menemukan "lingkaran putih" melalui USG yang menjadi titik terang masalahnya.




Akibat kondisi itu, Chelsea menjalani empat tindakan sekaligus yakni histeroskopi, polypectomy, dilatasi dan kuretase (D&C) dan endometrial resection.






Mengenal 4 Prosedur Operasi yang Dijalani


Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas, dr Andon Hestiantoro, SpOG-KEFR, yang tidak terlibat dalam kasus Chelsea menjelaskan bahwa rangkaian prosedur yang dijalani aktris tersebut umumnya dilakukan untuk menangani perdarahan rahim yang tidak normal.


Berikut adalah penjelasan mengenai empat tindakan medis yang dijalani Chelsea Olivia:


Histeroskopi (Hysteroscopy): Tindakan memasukkan kamera kecil ke dalam rongga rahim untuk melihat langsung kondisi di dalamnya. Dokter dapat menilai apakah ada kelainan, seperti penebalan dinding rahim atau pertumbuhan jaringan abnormal.


Polipektomi (Polypectomy): Jika ditemukan polip (jaringan abnormal), maka dilakukan tindakan pengangkatan.


Dilatasi dan Kuretase (D&C): Dikenal dengan istilah kuret, yaitu prosedur mengambil sampel jaringan dari lapisan dalam rahim untuk diperiksa di laboratorium (patologi anatomi) guna memastikan tidak ada kelainan sel berbahaya.


Endometrial Resection: Menggunakan alat khusus untuk mengangkat sebagian lapisan dinding rahim (endometrium) yang menebal. Tujuannya adalah untuk menghentikan perdarahan yang berlebihan secara efektif.


"Langkah penanganan yang dilakukan (terhadap Chelsea) sudah sesuai, yakni mengangkat jaringan abnormal terlebih dahulu. Selanjutnya, terapi lanjutan akan ditentukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar," tutup dr Andon.

























Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.