Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat Jepang terhadap pola makan sehat dan seimbang, konsep kobachi gurume (小鉢グルメ) semakin mendapat tempat di hati konsumen.
"Model sekali makan (hitokuchi), makanan enak, bervariasi, tidak akan membosankan makan pola ini," papar seorang pemilik restoran di Shibuya Hiroaki Fujita baru-baru ini.
Istilah ini merujuk pada sajian kuliner dalam mangkuk kecil (kobachi) dengan porsi mungil namun kaya variasi rasa.
Secara harfiah, ko berarti kecil dan bachi berarti mangkuk, sementara gurume merujuk pada kuliner.
Dalam praktiknya, kobachi gurume menghadirkan beragam hidangan pendamping dalam ukuran kecil, memungkinkan pelanggan menikmati banyak jenis makanan dalam satu kali santap.
Baca juga: PM Jepang Soroti Kerja Sama Rehabilitasi dengan Indonesia, Siap Berbagi Teknologi Tinggi
Berbeda dengan konsep porsi besar, kobachi menekankan keseimbangan dan keberagaman.
Satu set menu bisa terdiri dari beberapa mangkuk kecil berisi sayuran rebus (ohitashi), tumisan akar burdock (kinpira gobo), tahu dingin (hiyayakko), hingga seafood berbumbu wijen (aemono).
"Harganya pun juga satu set terdiri 10 variasi makanan hanya 2680 yen saja. Artinya satu kali makan sekitar 260 yen untuk satu jenis makanan," tambahnya.
Konsep ini selaras dengan budaya makan Jepang yang mengedepankan variasi nutrisi dan keindahan penyajian.
Setiap mangkuk kecil disusun rapi, menciptakan tampilan yang menarik sekaligus menggugah selera.
Para pelaku industri restoran melihat kobachi sebagai jawaban atas kebutuhan konsumen modern yang ingin makan sehat tanpa berlebihan.
Dengan porsi kecil, pelanggan dapat mengontrol asupan kalori, namun tetap merasakan kepuasan dari ragam cita rasa.
Restoran tradisional, izakaya, hingga kafe modern kini banyak mengadaptasi konsep ini.
Bahkan beberapa hotel dan restoran kelas atas menghadirkan paket makan siang bertema kobachi untuk menarik pelanggan perempuan dan kalangan lansia yang menginginkan menu ringan.
Baca juga: Alasan Kuliner Jepang Tren di Indonesia
Selain menjadi tren domestik, kobachi gurume juga menarik minat wisatawan mancanegara yang ingin merasakan “sedikit dari banyak hal” dalam satu hidangan.
Konsep ini dinilai cocok untuk promosi kuliner Jepang karena menampilkan kekayaan rasa dalam format yang praktis.
"Dengan perpaduan estetika, kesehatan, dan variasi rasa, kobachi gurume diperkirakan akan terus berkembang sebagai salah satu wajah modern kuliner Jepang yang tetap berakar pada tradisi."
Diskusi trendi makanan di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: [email protected]
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.