Jakarta -

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA mengatakan kasus campak di dunia, termasuk di Indonesia, memang mengalami kenaikan. Menurunnya vaksinasi campak secara global disebut sebagai salah satu biang keroknya.


"Penyebabnya secara global juga yaitu akibat menurunnya cakupan vaksinasi campak. Jadi cakupan vaksinansi campak harus tinggi terus, sudah tinggi, merata terus," kata Prof Anggi dalam media daring, Sabtu (28/2/2026).


Untuk menekan kasus campak, cakupan vaksinasi ini lanjut Prof Anggi tidak boleh ada ketimpangan di satu RT/RW, kota, hingga provinsi.




"Dia mintanya ayo 95 persen kamu semua itu harus kebal agar tidak ada campak," katanya.







Seperti Apa Gejalanya?


Ada satu gejala khas campak yang tidak ditemukan pada penyakit lain, yakni ruam. Ruam pada kasus campak cenderung mulai dari lokasi kulit yang dekat dengan rambut.


Maka dari itu, Prof Anggi mengatakan dokter kerap memeriksa gejalanya dari area belakang telinga. Setelah ruam menyebar, gejala campak akan semakin mengumpul, menggelap, kemudian hilang dengan tampak bersisik.


"Kemudian, dia (ruam) akan menyebar ke batang tubuh, barulah dia ke lengan, tungkai," jelas dia.


"Satu-satunya demam ruam model seperti itu ya kepunyaan campak," tambahnya.






Dalam pemaparannya, Prof Anggi menegaskan campak bukan sekadar demam yang disertai ruam. Kondisi ini adalah penyakit infeki yang bisa memicu beragam komplikasi, termasuk infeksi telinga, diare, pneumonia, kerusakan mata, dehidrasi, masalah paru, hingga kematian.


Gejala campak mungkin kerap dianggap sepele oleh sebagian orang. Padahal, 7 dari 100 anak yang terkena campak dapat mengalami infeksi telinga, yang berujung pada hilangnya kemampuan mendengar.


"Ah, ringan hanya telinganya saja keluar cairan congekan begitu. Hati-hati, bila gendang telinganya rusak permanen maka dia (pasien) kehilangan kemampuan pendengarannya," beber Prof Anggi.


Selain itu, campak juga bisa membuat mata menjadi kering karena virus dapat menggerus vitamin A dalam tubuh. Kelainan mata akibat campak, seperti kerusakan kornea dapat berujung pada disabilitas netra.

























Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.