Jakarta -

Ilmuwan menemukan 'pasukan bakteri' tanah yang menyuburkan lahan. 'Pasukan bakteri' itu bisa membuat tanah memiliki kemampuan 'self healing' alias memulihkan dirinya sendiri.


Temuan ini membuat 'pasukan bakteri' berpotensi untuk digunakan sebagai biofertilizer alias pupuk biologi alias kompos. Mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang punya efek samping.


'Pasukan bakteri' tersebut ditemukan oleh tim ilmuwan dari Unidad Académica de Estudios Territoriales (UAET) Oaxaca, Instituto de Geografía, Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM) seperti dilansir dari Noticias Ambientales.




Penelitian dilakukan di kawasan UNESCO Global Geopark Mixteca Alta, Meksiko, sebuah wilayah pertanian kuno yang telah digarap masyarakat lokal selama lebih dari 3.400 tahun.





Cara Kerja 'Pasukan Bakteri' Tanah


Para peneliti menemukan bahwa 'pasukan bakteri' ini bekerja dengan menekan patogen tanaman secara alami, memperbaiki siklus nutrisi penting seperti karbon dan nitrogen, serta membentuk bahan organik stabil yang memperkuat struktur fisik tanah. Kondisi ini mendorong pertumbuhan tanaman yang lebih optimal serta meningkatkan ketahanan ekosistem pertanian.


Dalam penelitian ini, para ilmuwan mengidentifikasi 'pasukan bakteri' dominan yang berperan penting, antara lain:



  • Proteobacteria

  • Actinobacteria

  • Acidobacteria

  • Chloroflexi.


Selain itu, keluarga bakteri yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikroba di dalam tanah adalah:



  • Solibacteracege

  • Sphingomonadaceae


Penerapan praktis dari 'pasukan bakteri' ini akan memungkinkan:



  • Memulihkan tanah yang terdegradasi

  • Meningkatkan produktivitas pertanian

  • Mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan bahan kimia secara intensif




Pupuk Hayati dan Pertanian Berkelanjutan


Studi ini juga menyoroti peran praktik pertanian tradisional warisan leluhur lokal di Mixteca Alta, seperti sistem lama bordos (bendungan bertingkat penahan aliran sungai), lahan terasering dan pengelolaan lahan, yang secara alami mendukung keberlangsungan mikroba tanah. Praktik leluhur tersebut terbukti menciptakan kondisi tanah yang ideal bagi berkembangnya mikroba penyubur tanah.


Integrasi sains modern dan pengetahuan lokal menunjukkan bahwa pemulihan kesuburan tanah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kearifan masyarakat lokal yang telah menjaga keberlanjutan pertanian selama ribuan tahun.


Berangkat dari temuan ini, para ilmuwan melihat peluang pengembangan pupuk hayati dan biostimulan lokal sebagai alternatif pupuk kimia industri yang mahal dan bergantung pada impor.




Model Mixteca Alta menegaskan bahwa kombinasi genomik canggih dan pengetahuan leluhur adalah jalan paling efisien menuju pertanian berkelanjutan. 'Pasukan bakteri' ini tidak hanya melindungi tanah dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga melambangkan strategi regeneratif dengan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi.










Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.