TRIBUNSUMSEL.COM, BATAM - Nasrun, seorang suami di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) tega membunuh istrinya, Harsalena (56).
Tak hanya membunuh, Nasrun pula memutilasi sang istri lalu memasukkannya ke dalam karung.
Kepada sang anak, Nasrun pun mengakui telah membunuh istrinya.
Nasrun mengatakan: "ibumu sudah ayah bunuh".
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Ronni Bonic menyebut kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di kawasan Ganet, Tanjungpinang, Rabu (25/2/2026) malam dipicu rasa sakit hati.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata dia motif pembunuhan diduga dipicu sakit hati.
Pelaku mengaku sering dihina oleh korban.
"Hasil interogasi, pelaku merasa sakit hati karena sering dihina dengan kata-kata yang merendahkan fisiknya."
"Karena emosi, pelaku mengambil balok kayu dan memukul kepala korban hingga meninggal dunia,” ungkap Kombes Ronni saat ditemui di Mapolda, Kamis (26/2/2026).
Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku kemudian mengambil sebilah golok dan memotong kedua kaki korban.
“Memang terjadi mutilasi, tetapi yang dipotong hanya bagian kaki, terpisah dari badan."
"Kaki korban di potong di talenan dapur, karena masih ada bercak darah,” tegas Ronni.
Usai melakukan perbuatannya, pelaku memasukkan tubuh korban ke dalam karung untuk dibuang, sementara bagian kaki korban ditinggalkan di lokasi kejadian.
Sebelum kabur, pelaku sempat bertemu anaknya yang sebelumnya mendengar keributan di dalam rumah.
Saat ditanya, pelaku mengakui telah membunuh istrinya.
Bonnic mengungkapkan, tersangka Nasrun merupakan residivis kasus pembunuhan pada 2017 dan sebelumnya divonis 15 tahun penjara.
Namun sorotan muncul terhadap vonis pelaku.
"Kalau masalah vonis pelaku menjalani hukuman, bisa ditanyakan ke Rutan ya. Bukan kewenangan kami."
"Karena informasinya juga pelaku ini masih bebas bersyarat," katanya.
Dirkrimum menegaskan, pelaku ditangkap tim Jatanras di kawasan Bintan setelah berupaya melarikan diri.
"Pelaku ini berhasil ditangkan Jatanras, bukan menyerahkan diri. Bahkan, saat ditangkap pelaku juga berusaha melawan," bebernya.
Nasrun Pernah Juga Mutilasi Selingkuhannya
Dari informasi yamg dihimpun, pelaku pada tahun 2017 juga melakukan kasus serupa.
Mengabisi nyawa selingkuhan dan melakukan mutilasi hingga akhirnya masuk penjara.
Salah seorang anggota kerabat korban, Put mengaku tak menyangka kejadian yang menimpa korban.
Ia menyebut korban sosok yang baik dan peduli terhadap keluarga.
"Baru seminggu lalu korban ke Batam, bertemu anak-anaknya."
"Rencananya mau berkumpul nanti pas lebaran Idulfitri. Tapi harus seperti ini," ujar Pugem, kerabat dari korban.
( tribunbatam.id/bereslumbantobing )
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.