TRIBUNNEWS.COM - Tim-tim Italia dalam kondisi tertekan menghadapi leg kedua playoff 16 besar Liga Champions, tak terkecuali Inter Milan yang menelan kekalahan 3-1 di kandang Bodo/Glimt.

Tapi, tidak ada yang tidak mungkin untuk membalikkan keadaan. Inter Milan punya pengalaman setelah dua musim terakhir finis sebagai finalis.

Selain itu, Inter juga pernah mengalami dalam beberapa momen seperti ini namun berhasil melangkah ke babak berikutnya.

Contohnya pada era 1990an silam saat melawan Aston Villa. Ketika itu Liga Champions masih memakai nama Piala UEFA.

Jurgen Klinsmann, mantan pelatih Korea Selatan, yang juga pernah memakan seragam Biru-Hitam Inter Milan periode 1989 sampai 1992 merasakan comeback luar biasa timnya ketika itu.

Inter kalah 2-0 di Inggris, namun berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 dengan kemenangan 3-0 di San Siro.

BERSELEBRASI - Para pemain Inter Milan merayakan kemenangan atas Sassuolo pada giornata keempat Liga Italia di Giuseppe Meazza Stadium, pada Senin (22/9/2025) dini hari WIB. Inter Milan berhasil menang tipis 2-1.
BERSELEBRASI - Para pemain Inter Milan merayakan kemenangan atas Sassuolo pada giornata keempat Liga Italia di Giuseppe Meazza Stadium, pada Senin (22/9/2025) dini hari WIB. Inter Milan berhasil menang tipis 2-1. (Twitter @inter)

"Ini adalah salah satu pertandingan yang tidak akan pernah saya lupakan, kebangkitan terbesar dalam karier saya," kata Klinsmann kepada La Gazzetta dello Sports, dikutip dari Football Italia.

"Setelah leg pertama, tidak ada yang menyangka kami tidak akan berhasil, bahkan kami semua yakin."

"Tapi Anda harus memulai dari sana, dari optimisme yang meyakinkan Anda untuk melakukan hal-hal besar," tegasnya.

Defisit dua gol hal yang bisa dikejar oleh Inter Milan, terlebih jika mendapatkan dukungan penuh publik San Siro.

"Pujian patut diberikan kepada para pendukung di stadion, karena suasananya sungguh luar biasa," ungkapnya.

"Itu adalah salah satu pertandingan paling energik yang pernah saya ikuti. Saya masih ingat para pendukung mengibarkan semua bendera itu," sambungnya.

Baca juga: Gelut Pemanasan Chivu sebelum Kawal Inter Milan Ladeni Bodo/Glimt di Liga Champions

Inter harus belajar dari pengalaman dan sejarah. Bahwa apa yang harus dilakukan untuk pertandingan besok dengan butuhnya kesabaran.

Klinsmann mencetak gol pembuka di awal pertandingan melawan Aston Villa.

Inter harus menunggu hingga babak kedua untuk gol Berti yang kemudian disusul gol Alessandro Bianchi.

Gol yang disambut riuh oleh publik San Siro untuk menemani langkah si Biru-Hitam ke fase selanjutnya.

"Ini mengajarkanmu bahwa kamu harus sabar dan tidak harus langsung mencetak semua gol. Saya mencetak satu gol di awal, tetapi kami harus menunggu hingga pertengahan babak kedua untuk gol kedua, kemudian tak lama datang gol dari Alessandro Bianchi," katanya.

Selain itu, Inter juga harus waspada dan menilai Bodo/Glimt bukanlah sekadar tim pelengkap di Liga Champions.

Sepak bola di Norwegia terus berkembang dan itu yang terjadi dengan Bodo/Glimt saat ini.

"Kesalahan terbesar adalah memperlakukan mereka sebagai pemula," bebernya.

"Mereka tidak akan gentar karena mereka adalah tim yang hebat dan dengan hasil yang baik di Eropa."

"Mereka tidak hanya kuat di kandang, tetapi juga memiliki kualitas untuk menyulitkan Inter Milan."

"Mereka harus banyak menyerang, tetapi tanpa mengekspos diri mereka sendiri karena mereka tahu bagaimana menghukummu sejak kesempatan pertama," jelasnya.

Tim asuhan Cristian Chivu membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk menjaga peluang ke babak 16 besar Liga Champions.

Jika menang dengan selisih tiga gol, Lautaro Martinez dan kolega akan terhindar dari adu penalti dan akan lolos langsung ke babak 16 besar.

Pertandingan Inter Milan vs Bodo/Glimt akan berlangsung di San Siro pada Rabu (25/2/2026) jam 03.00 WIB.

Cuan Inter Milan 

Inter Milan akan mempertaruhkan banyak pemasukan jika gagal tampil di babak 16 besar Liga Champions.

Menurut perhitungan Calcio e Finanza, jika berhasil mengalahkan Bodo/Glimt dan melaju ke 16 besar, Inter akan mengantongi pemasukan sekitar 11 juta Euro.

Jumlah tersebut akan menambah pundi-pundi pemasukan Inter yang telah mengumpulkan sekitar 71 juta Euro selama penyisihan.

Berikut rincian pemasukan Inter di Liga Champions musim ini:

  • Biaya partisipasi sebesar 18,61 juta Euro
  • Pilar Nilai sebesar 23,37 juta saham Eropa, 8,65 juta saham non-Eropa
  • Bonus fase liga sebesar 8,13 juta Euro
  • Bonus untuk kemenangan dan hasil imbang sebesar 10,5 juta Euro
  • Bonus untuk peringkat 9 hingga ke-16 sebesar 1 juta Euro
  • Bonus babak playoff sebesar 1 juta Euro

(Tribunnews.com/Sina)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.