POSBELITUNG.CO – Aksi arogan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota Polri terjadi di sebuah SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu malam (22/2/2026).

Pria tersebut nekat menganiaya tiga orang petugas SPBU sekaligus hanya karena tidak diizinkan mengisi bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite akibat kendala administrasi pada sistem barcode Pertamina.

Kronologi Penganiayaan: Beda Barcode Berujung Kekerasan

Peristiwa yang terjadi sekira pukul 22.24 WIB tersebut bermula saat pelaku ingin mengisi Pertalite untuk kendaraan mewah yang dibawanya

Namun, setelah dilakukan pemindaian, petugas menemukan bahwa data pada barcode yang diperlihatkan berbeda dengan fisik kendaraan di lokasi.

Sesuai prosedur, petugas mengarahkan pelaku untuk beralih ke BBM non-subsidi, namun arahan tersebut justru memicu amarah pelaku.

Staf SPBU, Mukhlisin (38), mengungkapkan bahwa pelaku sempat melakukan intimidasi verbal dengan membawa-bawa jabatan tinggi di kepolisian saat membentak rekan-rekannya.

"Dari pihak customer-nya itu menyebut 'ini mobil jenderal'. Terus di video juga dia menyebut bilangnya 'Kapolda' gitu. Ada narasi, ada kata-kata Kapolda ketika dia membentak-bentak," ujarnya saat ditemui pada Senin (23/2/2026).

Tiga Pegawai Babak Belur, Satu Gigi Patah

Kekerasan fisik tersebut menyasar tiga orang pegawai, yakni Lukmanul Hakim (operator), Khairul Anam (staf), dan Mahbudin (operator yang berusaha melerai).

Akibat serangan tersebut, ketiga korban mengalami luka-luka yang cukup serius di bagian wajah.

"Total korbannya ada tiga. Satu operator, satu staf, satu lagi operator yang sebenarnya sudah istirahat. Cuma kan dia ketika ada ramai-ramai, dia ikut keluar. Jadi tiga orang," tutur Mukhlisin merinci kondisi di lapangan.

Korban Lukmanul Hakim dilaporkan terkena pukulan di rahang kanan, sementara Khairul Anam ditampar oleh pelaku.

Kondisi paling parah dialami Mahbudin yang dipukul sebanyak tiga kali hingga salah satu gigi depannya patah.

Bidpropam Polda Metro Jaya Turun Tangan

Meskipun saat kejadian pelaku tidak mengenakan seragam dinas dan menggunakan kendaraan dengan pelat nomor sipil, dugaan keterlibatan anggota Polri diperkuat dengan kedatangan jajaran Bidpropam Polda Metro Jaya ke lokasi kejadian pada Senin sore untuk melakukan penyelidikan.

"Tadi dari Propam minta keterangan saja. Datang ke sini sekira jam 15.30 WIB, saya juga kaget habis Ashar ada orang pakai putih-putih (seragam Paminal)," kata Mukhlisin.

Pihak SPBU telah menyerahkan bukti rekaman CCTV dan keterangan saksi untuk membantu proses hukum lebih lanjut. (Tribun Medan/ Tribun Jakarta/ Posbelitung.co)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.