Bandarlampung (ANTARA) - Pelatih Semen Padang Dejan Antonic menilai pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim cukup lucu usai timnya menelan kekalahan 0-4.


"Pertandingan berjalan “cukup lucu” dihadiahi penalti bagi tuan rumah, serta kartu merah yang tak perlu dari wasit untuk pemain kami," katanya dalam konferensi pers usai pertandingan di Bandarlampung, Selasa.


Bahkan, lanjut dia, teknologi VAR yang dipasang dalam pertandingan pun tidak berjalan maksimal, sehingga hal ini banyak merugikan timnya dalam pertandingan tersebut.


"Ya kami kalah hari ini, tapi saya bisa lihat pertandingan cukup lucu, dua penalti langsung kartu merah, VAR tidak jalan. Saya tidak tahu apa yang terjadi,” kata dia.


Namun begitu, Dejan Antonic tetap menyampaikan apresiasi kepada Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kemenangan di kandangnya dan kekalahan ini menjadi pelajaran penting, terutama saat timnya harus bermain di kandang lawan.






“Sekali lagi selamat untuk Bhayangkara. Tapi ini jadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya," kata dia.


Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Semen Padang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Gol di ciptakan oleh Moussa Sidebe dua gol, Ryo Matsumara dan Doumbia.


Atas hasil ini Bhayangkara Presisi Lampung merangkak naik ke lima besar klasemen sementara Super League Indonesia dengan poin 35 dari 23 pertandingan dengan rincian 10 kali menang, lima kali imbang dan delapan kali menelan kekalahan.


Sementara itu Semen Padang belum beranjak dari posisi 17 dengan poin 16 dari 23 pertandingan dengan rincian empat kali menang, empat kali imbang dan 15 kali menelan kekalahan.