TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG — Malam itu, rumah sederhana di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, dipenuhi keluarga yang duduk dalam diam.
Mereka menunggu kepulangan Bripda DP (19), bukan dalam balutan seragam dinas, melainkan dalam peti jenazah.
Sekitar pukul 21.53 Wita, keluarga mendapat kabar, jasad almarhum sudah dalam perjalanan dari Makassar menuju Pinrang.
“Iya sudah di jalan, mungkin sudah di Barru ini,” ujar Hardianto, salah satu keluarga, Minggu (22/2/2026) malam.
Bripda DP merupakan personel Ditsamapta Polda Sulsel yang meninggal dunia pada Minggu subuh.
Dugaan awal menyebut ia wafat setelah mengalami sakit.
Namun keluarga menemukan sejumlah kejanggalan.
Luka yang Menimbulkan Tanda Tanya
Ayah almarhum, Aipda Muhammad Jabir, mengaku menemukan luka memar di tubuh putranya saat berada di Makassar.
“Ada luka memar di perut, di sini (dada dekat leher) hitam, sama mulut keluar darah terus,” ujar Jabir saat ditemui di depan Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
Sebagai anggota Polri, Jabir menilai luka tersebut patut didalami.
“Kalau benda tumpul mungkin tidak ada, tapi kalau bekas pukulan mungkin ada,” katanya.
Keluarga pun meminta agar penyebab kematian Bripda DP diusut secara transparan dan tuntas.
“Menurut kami ini tidak logis. Kami cuma berharap ini diusut sampai jelas,” kata Hardianto.
Dugaan Penganiayaan di Asrama
Peristiwa itu disebut terjadi di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, di kawasan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu subuh.
Jenazah Bripda DP telah diautopsi di RS Bhayangkara untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
Menurut Aipda Muhammad Jabir, berdasarkan koordinasi sementara dengan Bid Propam Polda Sulsel, enam anggota telah diperiksa.
“Lettingnya tiga orang dan seniornya juga tiga orang,” ujarnya.
Polisi: Masih Proses Pendalaman
Didik Supranoto selaku Kabid Humas Polda Sulsel menyatakan dugaan sementara korban meninggal karena sakit.
“Iya ada anggota Bripda DP selesai salat subuh terlihat sakit, kemudian dibawa ke RSUD Makassar (RS Daya), setelah dilakukan perawatan meninggal dunia,” katanya.
Namun ia menegaskan proses pemeriksaan masih berlangsung.
“Sementara permasalahan masih dilakukan proses pendalaman lebih lanjut, perkembangan akan kami sampaikan,” tambahnya.
Senada, Kabid Propam Polda Sulsel, Zulham Effendy, mengatakan pihaknya akan mengusut tuntas dugaan yang beredar.
“Kita Bid Propam mendalami, makanya jenazah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut, baik visum luar maupun visum dalam,” jelasnya.
Ia memastikan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan terbuka.
“Kalau memang ada kejadian mencurigakan atau kekerasan, tentu akan kami luruskan,” tegasnya.
Sosok Bripda DP
Di mata keluarga, Bripda DP dikenal sebagai sosok pendiam dan baik hati.
Ia merupakan alumni SMA Negeri 1 Pinrang dan baru lulus pendidikan kepolisian pada 2025.
Kini, keluarga di Desa Pincara hanya berharap satu hal, kejelasan.
Di tengah suasana duka, pertanyaan itu masih menggantung, apa sebenarnya yang terjadi pada Bripda DP di subuh terakhirnya?. (*)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.