Kepala Dusun setempat membongkar fakta di balik isu ini, termasuk bantuan yang pernah diberikan kepada wanita tersebut. 

Menurut Kadus, total bantuan mencapai Rp20 juta pernah diberikan untuk membantu meringankan beban hidupnya.

Baca juga: Sosok Olfit Ariani Purba, ASN BPK RI yang Tipu dan Siksa Kejam ART, Korbannya Anak Yatim Piatu

Kepala dusun (Kadus) Bejelo Desa Ubung, Lombok, Agus membongkar fakta sebenarnya dari viralnya isu wanita Malaysia bernama Norida mengaku hidup miskin usai dinikahi pria WNI bernama Akmal Ayob alias Badi.

Agus bercerita bahwa pengakuan Norida soal 18 tahun ditelantarkan selama menikah dengan Badi itu tidaklah benar.

Sebab keluarga serta warga sekitar tahu betul bagaimana kehidupan sehari-hari Norida saat menikah dengan Badi.

Karenanya, Agus pun menguak fakta asli perihal kabar Norida menderita selama menikah dengan Badi dan tinggal di Lombok.

Isu soal wanita Malaysia hidup melarat setelah dinikahi WNI itu viral setelah Wakil Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Dr Shamsul Anuar Nasarah menyorotinya.

WARGA MALAYSIA VIRAL - Hidup sengsara usai menikah lintas negara, nasib wanita Malaysia ini bikin heboh hingga wakil menteri turun tangan.
WARGA MALAYSIA VIRAL - Hidup sengsara usai menikah lintas negara, nasib wanita Malaysia ini bikin heboh hingga wakil menteri turun tangan. (Instagram/@undercover)

Shamsul pada 15 Februari 2026 kemarin membagikan video saat Norida kembali ke kampung halamannya di Malaysia.

Dalam narasi yang ditulisnya, Shamsul menyebut bahwa hidup Norida merana usai cerai dari Badi, pria asal Lombok.

Demi menyambung hidup, Norida mengaku rela jadi tukang sapu di jalanan.

"Perkahwinan beliau  tidak kekal dan akhirnya beliau hidup sendirian, susah dan daif, mencari rezeki sebagai tukang sapu demi meneruskan hidup bersama anak anak setelah berpisah dengan suaminya yang berkahwin lain (nikah lagi)," tulis Shamsul di akun Facebook-nya.

Tak cuma itu, Shamsul juga bercerita bahwa Norida mengaku anak-anaknya sampai putus sekolah karena miskin.

"Saya diceritakan bahwa Norida berada dalam keadaan serba kekurangan, anak-anaknya tidak dapat meneruskan sekolah dan hidup susah," ungkap Shamsul dilansir dari Kompas.com.

PERNIKAHAN VIRAL - Kadus di Lombok ungkap fakta soal isu wanita Malaysia hidup miskin usai nikah dengan WNI. (YouTube/TribunBogor)

Klarifikasi dari kadus

Pengakuan dan cerita yang diurai Shamsul soal kisah Norida akhirnya ditanggapi Kadus.

Kenal sejak lama dan tahu kehidupan asli Badi serta Norida, Agus membantah semua kabar yang tengah viral.

Agus menyebut bahwa sebenarnya Badi sudah berniat untuk mengantar Norida kembali ke Malaysia setelah mereka resmi cerai di tahun 2024.

Namun kala itu Norida meminta diberikan uang saja daripada diantar oleh Badi.

"Setelah cerai ada uang pertanggungjawaban, katanya mau si Noradi mau diantar sama suaminya ke Malaysia, cuma dia katanya mau uangnya saja, sama ongkos kepulangan ke Malaysia. Sempat ke Bali juga ngurus. Pas dia balik lagi, dia (Noradi) kembali lagi ke keluarga Badi," kata Agus, dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan Youtube Tribun Lombok, Kamis (19/2/2026).

Menuruti permintaan mantan istri, Badi pun memberikan uang Rp20 juta ke Norida.

Kata Agus, Norida sendiri sudah mengakuinya.

"Katanya uang yang dikasih itu Rp20 juta, si Norida juga mengiyakan juga soal uang itu waktu saya tanyakan," imbuh Agus.

Perihal isu Norida ditelantarkan selama 18 tahun oleh Badi, Agus tegas membantahnya.

Agus menyebut bahwa mungkin Norida merasa ditelantarkan usai cerai dari Badi.

"Mungkin yang masuk ditelantarkan itu kan dia pulang dari Bali itu dia di keluarganya Badi pertama, selang dua bulan di sini mungkin enggak enak, pindah lagi ke dekat pasar bambu, rumah keluarga Badi juga," ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus juga membantah kabar bahwa Norida jadi tukang sapu demi menghidupi anak-anaknya.

Kata Agus, Norida memang bekerja di pasar tapi sebagai pembuat kue, bukan tukang sapu jalanan.

"Enggak, jadi karyawan di sana, bikin kue (bukan tukang sapu), jadi pembuat kue, bukan tukang sapu. (Isunya) 18 tahun di sini jadi tukang sapu? enggak benar," imbuh Agus.

"24 Juni kan dia cerai, Badi udah nikah lagi tapi Januari 2025, udah enam bulan baru dia nikah lagi," sambungnya.

Lalu soal isu anak-anak Norida dan Badi putus sekolah, Agus kembali membantahnya.

Diungkap Agus, anak tertua Badi dan Norida bahkan sempat berkuliah di Universitas Negeri di NTB hingga dapat beasiswa.

Tapi kuliah tersebut tak dilanjutkan oleh anak Norida dan memilih ikut ibunya pindah ke Malaysia.

Pengakuan Badi 

Bukan cuma Kadus yang bersuara, Badi belakangan juga ikut angkat bicara.

Badi menegaskan bahwa ia tidak pernah sekalipun menelantarkan Norida.

"Selama saya nikah sama Norida Asma ini, 18 tahun enggak pernah saya telantarkan. Setelah saya cerai kemarin sekitar 1 tahun delapan bulan, itu pun masih saya yang bertanggung jawab selagi dia masih di sini," pungkas Badi.

"Saya berangkat nyebrang ke mana, itu saya titipkan sama anak saya sendiri. Tapi kalau masalah telantarkan selama 18 tahun itu bohong, tetap kita nafkahi," sambungnya.

Usai membongkar kebohongan pertama Norida soal nafkah, Badi menguak fakta lain.

Diakui Badi, Norida selama di Lombok tidak pernah jadi petugas kebersihan seperti isu yang beredar.

Bahkan selama menikah dengannya, Badi menyebut Norida tidak ia perbolehkan untuk bekerja.

Setiap bulan Badi selalu memberikan nafkah untuk Norida dan anak-anaknya.

"Itu enggak benar, enggak pernah sama sekali dia jadi tukang sapu. Ibu rumah tangga, malahan saya enggak kasih dia kerja selama dia hidup sama saya, karena dia jaga anak saya yang kedua ini," imbuh Badi.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.