Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pertunjukan barongsai mengakhiri sembahyang melepas tahun lama sebelum memasuki Tahun Baru Imlek 2577, di Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Senin (16/2/2026) malam.
Sebelumnya umat Tri Dharma menggelar persembahyangan menutup tahun 2576 dengan khidmat.
Barongsai ini bukan sekadar pertunjukan seni, namun salah satu bagian penting dalam menyambut Tahun Baru Imlek.
Keberadaannya dipercaya membersihkan sisa energi negatif sebelum masuk tahun baru, dan membuang segala kesialan.
Barongsai juga dipercaya membuka jalan keberuntungan di tahun baru.
“Sebelumnya sembahyang melepas tahun, dilanjutkan barongsai. Barongsai ini salah satu simbol tradisi Tionghoa,” ujar Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Tjio Jingjing.
Baca juga: Tangis Guru PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Digaji Rp350.000, Kerap Puasa Tak Mampu Beli Beras
Berbeda dengan pertunjukan barongsai, pertunjukan menjelang Imlek merupakan bagian dari persembahyangan.
Gerakan barongsai tidak menonjolkan kelincahan, namun sikap hormat dan khidmat.
Sebelumnya barongsai memberi hormat di depan altar Tian Gong atau Tuhan Yang Maha Esa.
“Harapannya tahun baru Imlek membawa rezeki yang lancar, panjang umur, dan selalu sehat,” tambahnya.
Setelah pertunjukan barongsai, umat Tri Dharma kembali menggelar persembahyangan pada pukul 00.00 WIB.
Kali ini persembahyangan menyambut tahun baru Imlek.
Setelahnya umat akan berdatangan ke Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung ini untuk bersembahyang.
“Biasanya jam 4 pagi sudah ada yang mulai bersembahyang lagi,” katanya.
Baca juga: Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Ngunut Tulungagung Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan
Baca juga: 5 Minimarket di Tulungagung Dibobol Pencuri, Total Kerugian Rp150 Juta, Pelaku Rusak Kamera CCTV
Salah satu pemain barongsai, Abdurahman Fauzi, mengakui bermain untuk Imlek sangat berbeda.
Para pemain terikat dengan tradisi Imlek, tidak bisa seperti saat bermain untuk umum.
Misalnya, sebelum masuk lebih dulu memberi penghormatan kepada para dewa.
“Harus penghormatan dulu, kalau main di luar kan tidak perlu. Persiapannya sekitar 1 minggu,” ucapnya.
Fauzi atau yang akrab dipanggil Danang, mengaku sudah ikut klub barongsai di Klenteng Tjoe Tik Kiong sejak 2014.
Namun tahun 2025 lalu, pertunjukan barongsai tidak dihadirkan menjelang Imlek.
Kini barongsai kembali dihadirkan sebagai bagian dari ritual menyambut tahun yang baru.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.