TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria ditangkap polisi karena membunuh istrinya secara brutal.
Pria itu mencurigai istrinya mencuri beras, minyak goreng dan pakaian di pesta pernikahan yang baru-baru ini mereka hadiri.
Kecurigaan itu memicu pertengkaran panas antara keduanya yang menyebabkan insiden mengerikan tersebut.
Jasad korban ditemukan dibuang di hutan lima hari kemudian.
Dilansir dari The Times Of India, Minggu (15/2/2026) kejadian ini diketahui terjadi di distrik Jashpur, Chhattisgarh.
Pria yang diidentifikasi sebagai Dhula Ram (38), tersebut diketahui menikah dengan istrinya, Basanti Bai.
Namun menurut laporan media, Dhula Ram sebelumnya pernah menikah sembilan kali.
Setiap istrinya dilaporkan meninggalkannya karena perilakunya yang kasar dan suka menyiksa.
Meski demikian, korban tetap setuju untuk menikah dengan Dhula Ram.
Pada hari kejadian, polisi melaporkan bahwa Ram dan istrinya sempat bertengkar.
Ram mencurigai istrinya mencuri beras, minyak goreng dan pakaian dari pesta pernikahan yang mereka hadiri.
Dalam keadaan yang marah dan frustasi dengan masa lalunya, Ram memukuli korban hingga tewas.
Setelah membunuh istrinya, ia menyeret tubuh korban ke hutan terdekat, di mana ia mencoba menyembunyikannya di bawah tumpukan daun kering.
Insiden itu terungkap lima hari kemudian ketika penduduk desa mencium bau busuk.
Warga menemukan jasad korban yang sudah dalam kondisi mengenaskan.
Warga segera melaporkan penemuan jasad tersebut ke pihak kepolisian.
Polisi segera menangkap Dhula Ram berdasarkan bukti awal, laporan saksi dan petunjuk yang ditemukan dalam penyelidikan mereka.
Selama interogasi, awalnya Dhula mengatakan pertengkaran dipicu karena tindak kriminalitas yang dilakukan istrinya.
Ia merasa marah dan malu istrinya mencuri di pesta pernikahan.
Namun setelah diinterogasi cukup lama, Dhula akhirnya mengakui kejahatannya.
Ia menyatakan membunuh istrinya dalam keadaan marah dan frustasi dengan masa lalunya.
Ia memukulinya hingga tewas setelah pertengkaran hebat mereka dan berusaha menutupi perbuatannya.
Polisi mengatakan pemicu kemarahan dan frustasi tersebut karena tersangka takut ditinggalkan oleh korban.
Sembilan pernikahan sebelumnya yang gagal membuat pria itu takut kembali gagal.
"Sembilan pernikahan sebelumnya hanya bertahan selama 6 bulan. Setiap istrinya mengaku tidak tahan dengan perilakunya yang keras dan kasar," ungkap polisi.
"Namun tidak ada tuntutan pidana yang secara resmi didaftarkan oleh sembilan mantan istrinya."
"Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah ada pernikahan sebelumnya yang melibatkan pelanggaran pidana yang tidak dilaporkan."
Riwayat kekejaman dan masalah perkawinannya membuat polisi bertanya-tanya apakah ada cinta dalam hubungan-hubungan tersebut.
(cr19/tribun-medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.