TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan hari kasih sayang atau valentine identik dengan lagu-lagu romantis bernuansa manis. 

Namun, penyanyi dan penulis lagu Debby Lufiasita memilih jalur berbeda yang jauh dari kisah manis dan romantis. 

Lewat lagu berjudul 'Takkan Terulang', ia menghadirkan refleksi yang lebih dalam tentang cinta bukan soal euforia, melainkan tentang kehilangan, penyesalan, dan kesadaran bahwa tidak semua kesempatan datang dua kali.

Debby menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari perenungan personal mengenai momen-momen yang sering kali disadari terlambat. 

Berbeda dari lagu-lagu valentine pada umumnya, lagu itu membawa nuansa kontemplatif yang menyoroti perasaan yang tak sempat diungkapkan dan waktu yang tak bisa diputar kembali.

“Lagu ini tentang menyadari arti seseorang sebelum semuanya benar-benar terlambat," kata Debby Lufiasita di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026).

"Karena ada hal-hal dalam hidup yang takkan pernah terulang,” ungkapnya.

Baca juga: Bicara Lagu Baru, Debby Lufiasita: Ini Bentuk Transisi dari Puisi yang Saya Tulis

Secara musikal, aransemen “Takkan Terulang” dibuat minimalis dengan dominasi piano dan string lembut. 

Pendekatan sederhana itu sengaja dipilih agar kekuatan cerita dan emosi dalam lirik dapat lebih terasa. 

Debby mengaku ingin memberikan ruang bagi pendengar untuk menginterpretasikan makna lagu sesuai pengalaman masing-masing.

Single 'Takkan Terulang' kini sudah dapat dinikmati melalui akun pribadi Debby Lufiasita serta berbagai platform digital streaming. 

Melalui lagu ini, Debby ingin mengajak publik melihat valentine dari sisi yang berbeda bukan sekadar perayaan cinta yang manis, tetapi juga refleksi tentang arti kehadiran seseorang sebelum semuanya berubah menjadi kenangan. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.