TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita membagikan kisahnya yang sempat depresi akibat dicemooh suami pascamelahirkan.
Wanita tersebut dicemooh suami karena perubahan fisiknya, hingga akhirnya memutuskan bercerai dan memulai hidup baru sebagai ibu tunggal.
Dikutip dari Eva.vn Jumat (13/2/2026), setelah proses persalinan, Park mengalami depresi berat yang membuatnya kesulitan mengendalikan emosi, terutama dalam hal pola makan.
Ia mengaku mengalami keinginan makan yang tidak terkendali, sehingga berat badannya meningkat drastis hingga mencapai 68 kilogram.
Perubahan fisik tersebut sangat kontras dengan tubuh langsing yang sebelumnya ia banggakan sebagai seorang instruktur yoga.
Kondisi itu membuat Park kehilangan rasa percaya diri. Ia merasa sosoknya telah berubah jauh dari dirinya yang dulu. Situasi semakin memburuk ketika sang suami tidak menunjukkan empati atas kondisi yang ia alami.
Alih-alih memberikan dukungan moral, suaminya justru kerap melontarkan komentar negatif mengenai penampilannya.
Ucapan buruk daris ang suami menjadi pukulan berat bagi Park yang tengah berjuang melawan depresi. Perempuan yang sebelumnya merasa dicintai dan bangga terhadap dirinya, kini harus menghadapi ejekan dari orang yang paling dekat dengannya.
Tekanan emosional yang terus-menerus membuat kondisi psikologisnya semakin tertekan.
Meski berada dalam tekanan besar, Park tidak membiarkan dirinya larut dalam keterpurukan. Ia menyadari bahwa jika terus bertahan dalam pernikahan yang tidak sehat tersebut, kondisi mentalnya akan semakin memburuk. Dari situ, ia mulai merencanakan perubahan dalam hidupnya.
Park menetapkan target untuk menurunkan berat badan. Bagi dirinya, upaya tersebut bukan semata demi penampilan, melainkan untuk memulihkan kesehatan sekaligus menegaskan kembali nilai dirinya sebagai seorang perempuan.
Ia menjalani pola makan sehat dan rutin berolahraga dengan disiplin tinggi.
Selama 10 bulan, Park berjuang tanpa henti. Hasilnya, ia berhasil menurunkan berat badan hingga 40 kilogram.
Transformasi tersebut tidak hanya berdampak pada penampilannya, tetapi juga memperbaiki kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Ia pun kembali mendapatkan rasa percaya diri yang sempat hilang.
Park menegaskan bahwa perubahan fisiknya tidak melalui prosedur operasi plastik. Ia menyatakan seluruh pencapaiannya merupakan hasil dari ketekunan, konsistensi, dan tekad kuat untuk bangkit dari keterpurukan.
Namun, perubahan drastis itu ternyata tidak mengubah sikap suaminya. Ia masih melontarkan komentar sinis. Ucapan tersebut menjadi titik balik bagi Park untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Merasa tidak lagi ingin bertahan dalam hubungan yang penuh luka dan tekanan, Park akhirnya memilih untuk bercerai.
Keputusan tersebut bukanlah hal mudah, tetapi ia meyakini langkah itu sebagai jalan terbaik bagi kesehatan mental dan masa depannya.
Setelah resmi berpisah, Park memulai kehidupan baru sebagai ibu tunggal. Peran tersebut justru memberinya ruang untuk menemukan kembali kebahagiaan yang sempat hilang.
Ia merasa lebih bebas dan mampu melewati berbagai hambatan psikologis yang sebelumnya membelenggu.
Kini, Park Ji Won menjalani hidupnya dengan lebih percaya diri dan belajar mencintai dirinya sendiri.
Perjalanan yang ia lalui menjadi gambaran nyata tentang perjuangan seorang ibu menghadapi depresi pascamelahirkan, tekanan dalam rumah tangga, serta upaya bangkit demi masa depan yang lebih baik.
(cr31/tribun-medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.