TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO- Terkena serangan sudah menjadi resiko polisi saat melakukan pengamanan.

Apalagi saat terjadi bentrok antar kelompok warga.

Namun tugas pengamanan harus tetap dilakukan dengan mengenyampingkan rasa takut.

Baca juga: Identitas Anggota Brimob Polda Sulut yang Terkena Panah Wayer saat Amankan Tawuran di Manado

Seorang anggota Sat Brimob Polda Sulut menjadi korban panah wayer saat melakukan pengamanan tawuran yang terjadi di Kelurahan Sindulang, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Jarak antara Polresta Manado ke Sindulang hanya 2,4 kilometer saja.

Kronologi

Peristiwa terjadi pada, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 04:30 Wita.

Anggota tersebut bernama Bripda Daniel Yohanes.

Saat itu ia ditugaskan bersama anggota Brimob Polda Sulut lainnya untuk melakukan pengamanan.

Namun saat bertugas, tiba-tiba ia terkena anak panah wayer yang diduga dilontarkan oleh para pelaku tawuran.

Bripda Daniel terkenal panah wayer di bagian kaki sebelah kanan.

Pelaku yang melakukan penyerangan tersebut masih dikejar oleh Anggota.

Sedangkan polisi yang terkena panah wayer tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan.

Mendapat informasi, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melaksanakan kunjungan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjenguk Bripda Daniel yang tengah menjalani perawatan medis.

Kehadiran Kapolresta bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wujud empati dan perhatian pimpinan terhadap anggotanya.

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Kombes Pol Itham Halid menyampaikan doa serta dukungan moril agar Bripda Daniel segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.

"Setiap anggota adalah bagian dari keluarga besar Polri. Saat ada yang sakit, sudah menjadi tanggung jawab moral kita untuk hadir, memberi semangat, dan memastikan yang bersangkutan mendapatkan perawatan terbaik,” ujar Kapolresta.

Selain memberikan motivasi, Kapolresta juga berkoordinasi dengan pihak medis guna mengetahui perkembangan kondisi kesehatan personel tersebut. Ia memastikan seluruh kebutuhan perawatan terpenuhi dengan baik.

Kunjungan ini menjadi refleksi kuat bahwa di balik tugas dan tanggung jawab menjaga keamanan masyarakat, terdapat ikatan emosional yang kokoh di tubuh Polri. 

Solidaritas dan kepedulian menjadi fondasi yang mempererat kebersamaan, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam menghadapi situasi sulit. (FER)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.