TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peringatan Hari Kanker Sedunia (HKS) Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menguatkan kesadaran publik tentang bahaya kanker dan pentingnya deteksi dini.
Semangat itu mengemuka dalam Seminar yang diinisiasi oleh YKI Kalbar dan berkolaborasi dengan RSUD dr Soedarso, berlangsung di Puskesmas Kabupaten Kubu Raya, Rabu 11 Februari 2026.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ajakan moral bagi seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan terlibat aktif dalam upaya pencegahan serta pengendalian kanker.
“Kegiatan ini menjadi pengingat sekaligus penggerak bagi kita semua untuk bersama-sama memerangi kanker,” ujarnya.
Windy mengatakan bahwa Kanker masih menjadi salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia.
Secara global, kanker menempati posisi kedua penyebab kematian dengan angka mencapai 9,6 juta jiwa setiap tahun. Sekitar 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca juga: Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Kembang Api di Pasar Tengah Pontianak Naik hingga Rp20 Ribu
Berdasarkan data Globocan 2020, tercatat 396.314 kasus baru kanker di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 234.511 orang. Pada perempuan, kanker payudara menjadi jenis tertinggi dengan 65.858 kasus, disusul kanker leher rahim sebanyak 36.633 kasus.
Pada laki-laki, kanker paru berada di urutan pertama dengan 34.783 kasus, diikuti kanker kolorektal sebanyak 34.189 kasus.
Di Kalimantan Barat, berdasarkan data SIRS Online Tahun 2025, neoplasma ganas payudara menempati peringkat pertama dengan 1.545 penderita, disusul neoplasma ganas serviks uteri sebanyak 708 penderita.
Dari sisi pembiayaan, kanker menjadi penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi kedua setelah penyakit jantung, mencapai Rp3,5 triliun berdasarkan data BPJS.
Peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 mengusung tema global “United by Unique” dengan slogan “Disatukan oleh Keunikan”, sementara di Indonesia mengangkat tema “Indonesia Satu Melawan Kanker”. Tema ini menegaskan bahwa pengendalian kanker hanya bisa berhasil melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.
Dalam konteks itu, Windy menekankan pentingnya sinergi antara Yayasan Kanker Indonesia Kalbar dengan fasilitas layanan kesehatan rujukan, termasuk RSUD dr. Soedarso Pontianak sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Barat.
Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya sebatas dukungan moril, tetapi juga dalam bentuk edukasi, pendampingan pasien, serta penguatan sistem rujukan dan layanan pengobatan.
Sejak 2022, RSUD dr. Soedarso telah mampu memberikan layanan kemoterapi, dan pada 2024 gedung layanan radioterapi resmi beroperasi. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi tonggak penting dalam pelayanan kanker di Kalbar.
“Dengan adanya layanan kemoterapi dan radioterapi di RSUD dr. Soedarso, penyintas kanker di Kalimantan Barat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Ini bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan akses layanan yang cepat, tepat, dan terjangkau,” kata Windy.
YKI Kalbar, lanjutnya, berperan dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar datang lebih awal ke fasilitas kesehatan. Sementara RSUD dr. Soedarso memperkuat aspek kuratif dan rehabilitatif melalui layanan medis yang semakin lengkap.
Kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pengendalian kanker yang terintegrasi, mulai dari edukasi dan deteksi dini di tingkat puskesmas, hingga pengobatan komprehensif di rumah sakit rujukan.
Windy kembali menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci utama. Ia mengajak keluarga, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk lebih peka terhadap gejala kanker sejak awal. Jika ada kecurigaan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan diagnosis.
Secara khusus, perempuan di Kabupaten Kubu Raya diimbau rutin melakukan pemeriksaan leher rahim dan payudara secara berkala, minimal setiap tiga tahun sekali, atau paling lambat sepuluh tahun sekali di fasilitas kesehatan terdekat. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.