TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -Hasil skrining Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode Agustus hingga Oktober 2025 mengungkap data mengejutkan. 

Puluhan ribu siswa di Kota Bandung terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, dengan angka prevalensi mencapai hampir 50 persen dari total peserta. 

Berdasarkan data resmi, dari 148.239 peserta didik yang diperiksa, sebanyak 71.433 siswa (48,19 persen) tercatat memiliki indikasi gangguan psikologi.

Temuan ini paling menonjol pada jenjang SMP/MTs sederajat, di mana 49,09 % siswa menunjukkan gejala gangguan mental.
 
Respons Sekolah: Penguatan Bimbingan Konseling
Menanggapi temuan tersebut, Wakil Kepala Humas SMPN 20 Bandung, Dida Kurnia, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai siswa yang terdampak secara spesifik di sekolahnya.

"Sampai hari Jumat kemarin, belum ada laporan tentang adanya siswa yang terkena gangguan mental," ujar Dida kepada Tribunjabar.id, Minggu (8/2/2026).

Baca juga: Antisipasi Gangguan Kesehatan Mental Siswanya, Sekolah di Bandung Maksimalkan Bimbingan Konseling

Sebagai langkah antisipasi, SMPN 20 Bandung memaksimalkan peran Bimbingan Konseling (BK)dan bidang kesiswaan melalui program rutin seperti:

  • Pembiasaan literasi dan kegiatan kaulinan urang lembur.
  • Kegiatan keagamaan: Salat Duha bersama, keputrian, dan Salat Jumat terjadwal.
    Dida menekankan bahwa guru BK memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan kepribadian dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

Langkah Screening di SMPN 40 Bandung

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMPN 40 Bandung, Aisyah Amiawaty, menegaskan komitmennya untuk melakukan screening menyeluruh terhadap seluruh siswa sebagai langkah deteksi dini.

Rincian Data Gangguan Mental Siswa Bandung

Data CKG merinci berbagai tingkatan masalah kesehatan jiwa yang dialami siswa:

  • Total Terindikasi: 30,55 % siswa mengalami masalah kesehatan jiwa serius.
  • Gejala yang Muncul: 76,46 % ansietas (kecemasan) ringan, 7,89 % ansietas berat, 15,23?presi ringan, dan 7,42?presi berat.
  • Jenjang SD/MI: Dari 80.724 peserta, 53,75 % terindikasi masalah kesehatan jiwa.
    Jenjang SMA/MA & SLB: SMA mencatat angka 25,79 % , sementara SLB mencapai 48,51 % .

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.