TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pemain muda tim sepak bola Gabsis Sambas U-17, Rado, masih menderita bengkak di area mata kiri usai mengalami kecelakaan lalu lintas.
Rado juga masih menyimpan trauma mendalam, Senin 9 Februari 2026.
Rado mengalami kecelakaan di Jalan Raya Haji Said Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, beberapa hari lalu. Ia terjatuh dari sepeda motor dan terpental ke bawah sebuah truk tangki.
Keluarga Rado mengenal sosok pria muda itu sebagai pemain sepak bola berbakat. Ia telah lama berlatih dan bergabung dengan Gabsis Sambas usia muda.
Berbagai prestasi pernah ditorehkan Rado mulai dari ikut membawa juara Gabsis Sambas di piala Soeratin U-17, hingga pemain bola mewakili Kalbar di ajang POPNAS.
Ayah Rado, Hendra, mengatakan, sosok Rado di mata keluarga dikenal pribadi yang baik dan penurut. Rado merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.
"Kalau dari saya sebagai ayah Rado, dia anaknya bersemangat, baik terhadap orang tua. Alhamdulillah, Rado ini anak yang ketiga saya, tidak pernah lah membantah orang tua. Selalu menurut, menurut, yang jelas itu Rado anaknya baik lah bagi saya," ucap Hendra.
Hendra menjelaskan, Rado dari sejak masih kecil telah dilatih untuk bermain sepak bola. Menurutnya, sejak usia dini Rado juga terlihat mempunyai bakat sepak bola.
"Alhamdulillah, saya sebagai orang tua, untuk Rado ini dari kecil sudah saya bimbing memang dari bola. Saya memang dekat dengan bola, saya juga mantan pemain bola Gabsis, jadi keluarganya juga akrab dengan sepak bola," ungkapnya.
Dia menyebutkan, keluarga besar Rado juga bangga dengan pencapaian prestasi Rado selama ini yang pernah berhasil membantu Gabsis Sambas meraih Piala Soeratin.
Baca juga: 2 Anggota Polisi di Sambas Dipecat! Kapolres: Menjaga Kehormatan dan Marwah Polri
"Dari umur 10 tahun sampai 17 tahun dia sudah aktif bermain bola, Alhamdulillah, Rado dari umur 15 tahun sudah mengikuti kompetisi Soeratin se Kalbar, ikut Soeratin Nasional," katanya.
"Sudah pernah saya masukkan ke Gabsis Sambas, dari usia muda sampai usia 17 tahun," imbuh Hendra.
Tidak hanya itu, Hendra juga menyebutkan, pengalaman Rado bermain bola di berbagai daerah di Kalbar untuk mewakili berbagai tim di turnamen lokal. Rado pernah memperkuat tim Sintang dan Melawi.
"Memang dari kecil sudah dilatih bola, sampai di usia 17 tahun. Ya, dari kecil memang Rado ini kan sering mengikuti latihan-latihan lah. Seperti di Mensungai, dulu kan ada. Dia juga pernah ikut diambil tim dari Sintang, Melawi," ujarnya.
Lebih lanjut, kondisi luka-luka yang masih diderita Rado diharapkan oleh keluarga segera sembuh. Hendra berharap bakat dan skil sepak bola tidak menurun akibat kecelakaan itu.
"Ya, saat ini saya sebagai orang tua, Rado, memang sangat perhatian lah atas kecelakaan ini. Mungkin sedikit-sedikit banyaknya, pasti mengurangi lah, mengurangi untuk bermain bola," jelasnya.
"Tapi, keluarga akan tetap berusaha untuk kesembuhannya, untuk memulihkannya lagi, untuk menjaga kondisi luka dialami sekarang membaik," tuturnya.
Dia mengatakan, pihak keluarga pasti menukung penuh semuanya demi kesembuhan Rado agar dapat kembali bekerja maupun bermain bola.
"Harapan saya sebagai orang tua, semoga lah anak saya Rado cepat sembuh. Bisa main bola lagi, cepatnya gitu. Dia juga baru bekerja sebulan di Indomaret, sekarang cuti dulu," katanya. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.