TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Guyuran hujan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, mengiringi kekalahan menyakitkan Bali United FC saat menjamu Persebaya Surabaya, pada pekan ke-20 BRI Super League 2025-2026, Sabtu 7 Februari 2026 malam. 

Meski dipadati oleh 12.163 penonton yang memadati tribun, tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut harus menyerah dengan skor telak 1-3 dari tim tamu.

Namun, efektivitas serangan balik Persebaya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Bali United. Mihailo Perovic tampil gemilang dengan membuka keran gol tim Bajukl Ijo pada babak pertama. 

Di babak kedua, Bali United semakin babak belur melalui gol tambahan pemain penganti Alfan Suaib pada menit ke 69 dan Ristro Mitrevski pada menit ke 73. 

Sementara tim tuan rumah baru dapat memperkecil kedudukan pada menit ke 88 melalui pemain pengganti Jordy Bruijn.

Baca juga: Alarm di Lini Belakang Bali United Kebobolan 6 Gol dalam 2 Laga, Jansen dan Ricky Tolak Terpuruk

Baca juga: AMBISI Persebaya Hapus Tren Buruk di Kandang Bali United, Rivera Siap Jebol Gawang Serdadu Tridatu!

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dalam sesi konferensi pers usai laga. 

Ia menilai skema permainan timnya tidak berjalan sesuai rencana, terutama dalam mengantisipasi bola-bola panjang dan intersep pemain Persebaya di area tengah.

"Hasil ini sangat mengecewakan bagi semua orang di sini. Persebaya memiliki cara bermain di mana kami mengalami masalah dengan bola-bola yang diintersep," kata Jansen.

"Mereka mengandalkan bola panjang, dan meskipun kami sudah berencana untuk bermain melebar dan tidak menusuk lewat tengah, kesalahan tetap terjadi. Saat bola dimainkan di tengah, mereka langsung melakukan serangan balik," imbuhnya.

Ia juga menyoroti gol-gol Persebaya yang lahir dari situasi bola muntah (second ball) dan disorganisasi pertahanan di babak kedua. 

"Gol ketiga sangat mengecewakan. Kami sempat menjadi lebih baik dan menciptakan banyak peluang, namun situasi tiga lawan satu dalam serangan balik mereka membuat kami kecolongan lagi," bebernya.

Rasa kecewa juga menyelimuti para pemain. Penyerang sayap muda Bali United, Rahmat Arjuna, yang turun dalam pertandingan tersebut, menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada para suporter yang telah hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan dari rumah.

"Tentunya saya kecewa dan pemain-pemain lain juga kecewa. Saya cuma mau bilang kami minta maaf untuk suporter yang datang di stadion dan menonton di rumah, dan semoga kami bisa memperbaiki performa kami lagi. Terima kasih," ucap Rahmat dengan nada lesu.

Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Bali United untuk segera melakukan evaluasi total mengingat kompetisi yang semakin ketat. 

Kehilangan tiga poin di kandang sendiri tentu menjadi kerugian besar dalam upaya mereka merangkak naik di klasemen BRI Super League musim ini. (*)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.