Jakarta (ANTARA) - IDCloudHost (IDCH) menjalin kolaborasi dengan Edelweiss Healthcare Group guna membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI/artificial inteligence) lokal yang dirancang untuk mendukung sistem layanan kesehatan yang aman, teregulasi, dan berdaulat.


CEO IDCloudHost Alfian Pamungkas Sakawiguna menegaskan bahwa kedaulatan data merupakan aspek fundamental dalam transformasi digital sektor kesehatan dan infrastruktur lokal yang andal menjadi fondasi penting untuk memastikan pengelolaan data medis tetap aman dan terkontrol.


"Di era AI, pemanfaatan teknologi kesehatan harus dibangun di atas infrastruktur lokal yang teregulasi dan independen. Tentu, hal ini penting untuk memastikan data pasien tetap aman, berdaulat, dan patuh terhadap regulasi Kementerian Kesehatan," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.


Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan private cloud(https://idcloudhost.com/private-cloud/) on-premise sebagai fondasi pengelolaan data kesehatan dan pengembangan sistem berbasis AI.







Dengan pendekatan ini, tambahnya, seluruh data dan sistem AI tetap berada di dalam yurisdiksi Indonesia serta dikelola sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.


Melalui infrastruktur AI lokal, institusi layanan kesehatan dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan tanpa harus bergantung pada layanan luar negeri. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kontrol penuh atas data pasien sekaligus memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perlindungan data kesehatan nasional.


Alfian menambahkan bahwa kehadiran infrastruktur AI lokal memungkinkan institusi kesehatan untuk mengembangkan inovasi digital secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepercayaan publik.


Oleh karena itu pihaknya bersama Edelweiss Healthcare Group sebagai mitra strategis di sektor kesehatan dengan visi jangka panjang dalam menghadirkan layanan medis berkualitas tinggi. Kesiapan Edelweiss dalam mengadopsi teknologi AI secara bertanggung jawab menjadi landasan kuat bagi kolaborasi ini.







"Kolaborasi ini bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi tentang membangun fondasi digital yang kuat dan berdaulat untuk layanan kesehatan di Indonesia. Infrastruktur AI lokal yang aman dan teregulasi akan membuka ruang inovasi sekaligus menjaga kepercayaan pasien dan institusi,” katanya.


Menurut Alfian pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi kesehatan di Indonesia sehingga diharapkan dapat memperkuat kedaulatan data kesehatan nasional serta mendorong transformasi digital sektor kesehatan yang aman, berkelanjutan, dan berdaya saing.


Sementara itu Direktur Edelweiss Hospital Bentang Salapan Cianjur. dr. NR. Ratih Rustiati, MMRS., CHMC., FISQua menyatakan kolaborasi tersebut memberikan dampak strategis bagi penguatan sistem operasional dan pengembangan teknologi berbasis cloud di lingkungan rumah sakit.


"Pemanfaatan AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, akurasi pengelolaan data, serta kualitas layanan kepada pasien," katanya.