BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang anak perempuan berusia enam tahun nyaris tewas tersetrum saat terjadi kebakaran yang hampir menghanguskan sebuah rumah warga di Gang Perjuangan RT 43, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat. Beruntung sang ibu sigap menolong sehingga nyawa sang anak terselamatkan. Rabu malam (14/1/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.

Dita (6) terus menangis pasca insiden. Sang ibu, Atun, berusaha menenangkan di tengah kerumunan warga, sementara percikan api masih tampak di atas atap rumah.

Atun bercerita, saat kejadian mereka berada di dalam rumah. Teriakan warga yang memberi tahu adanya kebakaran di rumah belakang membuat mereka bergegas keluar. Dita anaknya yang lebih dulu menuju pagar rumah berbahan aluminium tiba-tiba tersetrum hingga tubuhnya sempat kaku. Atun segera menarik tangan anaknya hingga melepas genggaman Dita dari pagar.

“Saya cepat tarik tangan anak saya, dia sempat kaku karena kesetrum. Makanya dia menangis,” ujar Atun.

Karena pagar rumah masih beraliran listrik, sedang lantai penuh air, Atun dan keluarganya memilih kembali masuk ke dalam rumah, berharap api di rumah belakang segera padam.

“Rumah kami sebenarnya aman, karena api dari belakang. Tapi korsletnya sampai ke rumah kami juga,” jelas Atun.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Nyaris Hanguskan Satu Buah Rumah di Pelambuan Banjarmasin

Api akhirnya berhasil dipadamkan, namun percikan listrik masih terlihat di atas atap rumah Atun. Warga pun tidak berani menyentuh pagar karena khawatir tersetrum.

Setelah listrik benar-benar diputus, barulah mereka keluar rumah. Dita terus menangis ketakutan, wajahnya pucat setelah mengalami insiden tersebut. Ibunya terus menenangkan, sedang ayahnya langsung menuju rumah belakang yang terbakar dan membantu BPK.

Tak lama kemudian, petugas PLN tiba di lokasi dan segera menangani kabel yang dilaporkan masih memercik api. Sementara itu, rumah asal kebakaran tampak hangus di bagian pojok ruang belakang, atap rusak, dan perabotan berantakan akibat semprotan pemadaman.

“Iya Pak, api dari sini. Saat kejadian memang tidak ada orang di rumah, ini rumah dikontrakan Pak," kata Sidi, ayah Dita, setelah itu Ia kembali menenangkan anaknya yang masih terus menangis ketakutan.

Petugas pemadam kebakaran kota bersama sejumlah unit BPK mulai beranjak meninggalkan lokasi setelah api berhasil dipadamkan. Namun, sebagian warga masih bertahan di sekitar rumah, beberapa terlihat berusaha menenangkan Dita yang terus menangis ketakutan.

“Dia trauma karena kesetrum, untung saya cepat menarik tangannya,” ujar Atun kepada warga yang mencoba menenangkan anaknya. (Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)

Contact to : [email protected]


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.