Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth viral, terungkap maksud Aurelie Moeremans maksud di balik tertulisnya memoar tersebut.
Baca juga: Broken Strings Viral, Aurelie Moeremans Sempat Merasa Bersalah: Apakah Aku Terlalu Jauh?
Buku ini ditulis bukan untuk membuka luka lama, apalagi sebagai bentuk balas dendam atas pengalaman pahit yang pernah ia alami di masa remajanya itu.
Aurelie menjadikan Broken Strings sebagai ruang refleksi dan healing dalam memahami serta menerima masa lalu yang penuh trauma.
Hal yang jadi fokus Aurelie dalam bukunya itu adalah pengalaman menjadi korban child grooming di usia remaja.
Baca juga: Reaksi Tyler Bigenho saat Kali Pertama Baca Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, sang Istri
“Iya, sangat (membantu),” ujar Aurelie Moeremans kepada Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026).
"Menulis Broken Strings bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi tentang memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku," jelasnya.
Aurelie menekankan bahwa proses berdamai tidak berarti menghapus rasa sakit atau membenarkan kesalahan yang pernah terjadi.
Ia justru ingin menempatkan pengalaman tersebut secara jujur, tanpa manipulasi emosi, dan tanpa menyalahkan dirinya sendiri.
“Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah,” tegasnya.
Dengan menuangkannya dalam bentuk buku, ia bisa melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang yang lebih dewasa dan berjarak.
Ia tak menyangka jika buku yang dirilis pada 2025 kemarin itu menjadi viral di awal tahun 2026 ini dan mendapat banyak dukungan.
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.