TRIBUN-MEDAN.com – Viral curhat wanita ngaku kesal terhadap sikap keluarga mertua temannya yang dinilai tidak berperikemanusiaan.
Hal tersebut terjadi setelah keluarga pihak suami mendesak agar temannya itu menikah lagi, padahal suaminya baru meninggal dunia sekitar satu minggu.
Perilaku ini membuat banyak pihak mempertanyakan kepekaan serta etika keluarga tersebut dalam menghadapi situasi duka.
Dikutip dari Mstar.com Rabu (14/1/2026), menurut penuturan wanita itu, sejak hari pertama suami temannya menghembuskan napas terakhir, beberapa anggota keluarga mertua sudah mulai memberikan pandangan terkait jodoh baru bagi temannya yang merupakan seorang mualaf.
Usulan dari pihak keluarga tidak lain adalah agar perempuan itu menikah dengan abang dari almarhum suami, dengan alasan bahwa sang abang sudah lama menduda.
“Keluarga pihak almarhum sudah sibuk ‘menusuk-nusuk’ soal menikah lagi dengan abang almarhum, alasannya karena si abang sudah lama menduda,” ungkapnya dalam pernyataannya.
Ia menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dilakukan pada masa duka yang masih begitu segar.
Wanita itu menyebut tindakan keluarga mertua sebagai sesuatu yang tidak memiliki hati. Ia menegaskan bahwa temannya masih berada dalam kondisi sangat sedih setelah kehilangan sosok paling dicintai dalam hidupnya.
Menurutnya, desakan tersebut terkesan seperti mengabaikan perasaan dan proses berkabung yang seharusnya dihormati.
“Ini dikira film apa? Di mana adabnya? Temanku ini sudah tidak punya orang tua dan dia anak tunggal. Soal dukungan, dia hanya bisa mengandalkan kami, para sahabat,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa teman-temannya sempat terpikir untuk membawa perempuan itu pergi menjauh dari lingkungan tersebut agar ia bisa mendapatkan ketenangan, meski hal itu sulit dilakukan karena perempuan itu masih berada dalam masa idah.
“Kalau ikut hati, kami ingin membawa dia pergi jauh dari situ. Meski hanya sebentar, tapi dia masih dalam masa idah,” katanya.
Wanita tersebut mengungkapkan bahwa ia dan teman-temannya kini mulai khawatir akan kondisi mental perempuan itu. Tekanan yang datang bertubi-tubi dari keluarga mertua dinilai memiliki potensi besar untuk membuatnya semakin terpuruk.
Ia mengatakan bahwa temannya sebenarnya ingin kembali tinggal di rumah yang pernah ia huni bersama almarhum suami. Namun, keinginan itu ditolak oleh keluarga mertua, dengan alasan bahwa ia harus menjalani masa idah dan tidak boleh kembali ke rumah tersebut.
“Terkadang kami ingin bertanya, mereka itu pikir teman kami tidak punya perasaan? Almarhum suaminya itu adalah segalanya bagi dia. Itu keluarga pertama yang dia punya,” ujarnya.
Ia menilai bahwa keluarga mertua terlalu menekan dan tidak memikirkan perasaan perempuan itu yang masih berduka.
Di sisi lain, para warganet yang mengikuti kisah ini turut memberikan tanggapan. Banyak dari mereka menduga bahwa tindakan keluarga mertua tersebut tidak terlepas dari soal harta peninggalan almarhum.
Mereka beranggapan bahwa tujuan mendesak perempuan itu agar menikah dengan abang almarhum adalah untuk memastikan harta keluarga tidak jatuh ke tangan pihak luar.
“Takut istrinya dapat harta almarhum lalu menikah dengan orang lain di luar keluarga almarhum,” tulis salah satu komentar warganet.
(cr31/tribun-medan.com)
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.