Ringkasan Berita:
- Badan Geologi memperbaiki stasiun repeater seismik dan GPS pemantau Gunung Raung di Puncak Ijen
- Stasiun repeater ini penting untuk meneruskan data dari stasiun pemantau di Sumberwringin dan Mlaten ke Pos Raung, sehingga kerusakan dapat menghambat pengamatan aktivitas vulkanik.
- Perbaikan tetap dilakukan meski hujan deras dan medan pendakian berat, menyusul perawatan sebelumnya di Stasiun Sumberwringin yang sempat mengalami gangguan sinyal.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangistu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Badan Geologi melakukan perbaikan stasiun repeater seismik dan Global Positioning System (GPS) untuk pengamatan Gunung Raung.
Perbaikan ke dua dilakukan di stasiun repeater yang terletak di Puncak Gunung Ijen, Bondowoso-Banyuwangi pada Sabtu (29/11/2025).
Menurut Tri Agung Subekti, Ketua Pps Pengamatan Gunung Raung, perbaikan dilakukan pada solar panel stasiun. Tepatnya, penggantian klem-klem pipa yang sudah berkarat karena sering terkena asap belerang Kawah Ijen.
"Klem-klem pipa diganti," ungkapnya dikonfirmasi TribunJatimTimur pada Minggu (29/11/2205).
Ia menerangkan stasiun repeater ini menjadi salah satu peralatan penting dalam meneruskan data yang berhasil direkam stasiun seismik dan GPS SWRG yang ada di Kecamatan Sumberwringin, dan Mlaten, Kecamatan Ijen ke Pos Raung.
Jika, kondisi stasiun repeater tidak prima. Maka akan menghambat pengataman aktivitas Gunung Raung.
Karena itulah, meski hujan deras dan harus mendaki ke Puncak Ijen pihaknya tetap berangkat melakukan perbaikan klem-klem yang berkarat.
"Meski tadi deras hujannya kita harus berangkat, kalau tidak ya pengamatan Gunung Raung bisa terhambat," jelasnya.
Sebelum itu Badan Geologi melakukan perawatan peralatan Stasiun Seismik dan GPS pemantau Gunung Raung di Desa/Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso, pada Selasa (25/11/2025).
Perawatan dilakukan karena sinyal di stasiun yang berada di ketinggian 1.173 MDPL itu sempat mati. Sehingga tak terbaca ke PVMBG Bandung.
Total ada lima stasiun seismik dan GPS pengamatan Gunung Raung.
Seismik yang ada di stasiun berfungsi untuk merekam data-data kegempaan Gunung Raung. Sehingga jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Raung, getara-getarannya akan terekam dan akan disimpan untuk dianalisis oleh para ahli gunung api.
Kemudian, GPS untuk mendeteksi penggembungan atau pengempisan Gunung Raung karena dorongan Magma yang naik ke atas.
Sampai saat ini Gunung Raung tetap berada pada status level II. Pihaknya mengimbau masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati pusat erupsi di kawah puncak dengan radius 3 km
Contact to : [email protected]
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.